Headline.co.id ~ KORLANTAS POLRI, Tangerang Selatan – Pelatihan Keterampilan Mengemudi Kendaraan Roda Dua (R2) dan Roda Empat (R4) bagi jajaran Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) resmi ditutup di Pusdik Lantas, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/10/2026). Pelatihan mengemudi Polantas yang berlangsung selama dua hari sejak 30 September 2026 itu diikuti peserta dari berbagai jajaran Polda. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketangkasan, refleks, dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas patroli serta pengawalan di jalan raya. Materi diberikan melalui uji keterampilan melewati berbagai rintangan teknis atau obstacle dengan tetap menekankan keselamatan dan etika berkendara.
Penutupan pelatihan ditandai dengan pengarahan pimpinan, evaluasi kegiatan, serta pengumuman peserta terbaik dalam uji ketangkasan mengemudi. Para personel sebelumnya menjalani rangkaian latihan untuk mengasah kepekaan, refleks, dan kemampuan mengendalikan kendaraan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Kasiwal Subditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Heri Sugeng Priyantho menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan materi pelatihan. Materi tersebut diberikan di bawah bimbingan tim instruktur yang dipimpin AKBP Mike.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam amanat penutup, Heri meminta peserta menerapkan dan menularkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan kepada personel lain di satuan wilayah masing-masing. Selain keterampilan teknis, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter atau character building dalam pelaksanaan tugas.
“Serap dan tularkan ilmu ini kepada rekan maupun junior di wilayah. Tugas patroli dan pengawalan ke depan semakin kompleks. Kita tidak hanya butuh skill, tetapi juga ketepatan, kecepatan, dan kedisiplinan dalam mengambil keputusan darurat di jalan,” ucap Heri.
Uji Keterampilan Mengemudi Polantas
Selama pelatihan mengemudi Polantas, para peserta melewati sejumlah rintangan teknis yang dirancang untuk menguji kemampuan pengendalian kendaraan. Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel saat menjalankan tugas patroli dan pengawalan lalu lintas.
Uji keterampilan tidak hanya menilai kemampuan mengemudi dengan cepat. Personel juga dilatih untuk memiliki kepekaan dan refleks ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan di lapangan.
Tuntutan terhadap ketangkasan dan kecepatan, kata Heri, harus tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap keselamatan dan etika berkendara. Personel diminta tidak melakukan manuver berisiko yang tidak diperlukan ketika bertugas.
“Tugas kita adalah melayani, mengayomi, dan melindungi. Yang paling utama adalah aman dan selamat sampai tujuan. Kurangi manuver berisiko yang tidak perlu karena kehadiran kita di jalan selalu menjadi sorotan masyarakat,” tambahnya.
Pesan tersebut disampaikan karena personel Polantas menjalankan tugas di ruang publik dan menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan teknis dalam mengendalikan kendaraan perlu berjalan beriringan dengan sikap disiplin serta kehati-hatian.
Peserta Terbaik Berasal dari Empat Polda
Setelah pengarahan dan evaluasi, acara penutupan dilanjutkan dengan pembacaan hasil penilaian serta penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik kategori R2 dan R4.
Penghargaan tersebut diraih oleh perwakilan Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Selatan, Polda Sulawesi Tenggara, dan Polda Lampung. Bahan pelatihan dan hasil evaluasi menjadi bekal bagi peserta sebelum kembali menjalankan tugas di satuan wilayah masing-masing.
Seluruh peserta dipersiapkan kembali ke daerah untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Penerapan itu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas patroli dan pengawalan lalu lintas.
Keterampilan Diterapkan di Satuan Wilayah
Pelatihan mengemudi Polantas tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik selama kegiatan berlangsung. Ilmu yang diperoleh juga diminta ditularkan kepada rekan maupun junior di wilayah agar manfaat pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan ini, personel diharapkan semakin terampil, disiplin, dan sigap ketika menghadapi situasi darurat. Namun, ketangkasan dalam mengemudi tetap harus ditempatkan dalam kerangka keselamatan, sehingga setiap tugas patroli dan pengawalan dapat dijalankan secara aman serta sesuai etika berkendara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















