Headline.co.id, Pesisir Barat ~ Polda Banten memastikan jenazah yang ditemukan di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, bukan korban hilangnya KM Arupadatu I. Jenazah tersebut ditemukan warga pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 05.25 WIB dan telah diidentifikasi sebagai Rangga Adriana bin Udin Safrudin, remaja laki-laki berusia 17 tahun asal Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Kepastian itu diperoleh setelah tim kepolisian setempat melakukan pemeriksaan medis, visum, dan proses identifikasi terhadap jenazah. Polisi menyampaikan hasil tersebut untuk mencegah masyarakat mengaitkan setiap penemuan jenazah di perairan dengan kapal yang hilang kontak.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyatakan penemuan jenazah di pesisir Lampung tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Tangerang pada Senin (28/9/2026).
“Kami memastikan bahwa penemuan mayat di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban,” kata Maruli.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jenazah Ditemukan Warga Saat Hendak Melaut
Jenazah Rangga Adriana pertama kali ditemukan oleh Binani (61), warga yang hendak melaut untuk mencari ikan. Saat itu, Binani melihat tubuh korban di perairan Pekon Balam.
“Saksi melihat sesosok mayat mengambang yang kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam,” ujar Maruli.
Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pugung Tampak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis dan visum memastikan jenazah itu bernama Rangga Adriana bin Udin Safrudin. Ia merupakan remaja laki-laki yang tercatat sebagai warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat.
Pihak keluarga selanjutnya membuat surat penolakan autopsi. Jenazah kemudian dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Polisi Minta Informasi KM Arupadatu I Diverifikasi
Polda Banten mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menghubungkan penemuan jenazah di wilayah perairan dengan hilangnya KM Arupadatu I. Kepolisian menegaskan, setiap temuan harus melalui pemeriksaan dan verifikasi resmi sebelum dikaitkan dengan operasi pencarian kapal tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi. Masyarakat kami harapkan mengutamakan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Maruli.
Imbauan itu disampaikan di tengah proses pencarian KM Arupadatu I yang sebelumnya menemukan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu. Polisi telah memastikan jenazah tersebut merupakan salah satu kru kapal yang hilang kontak.
Jenazah di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman
Hasil pencocokan DNA terhadap sampel antemortem menunjukkan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano identik dengan Surakman atau Sukarman (60). Ia merupakan salah satu kru KM Arupadatu I.
Identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melalui pencocokan data DNA secara mendalam. Dalam hasil pemeriksaan operasi DVI Pusdokkes Polri, jenazah dengan kode genetik PM/62/P.Enggano/01 teridentifikasi sebagai Sukarman.
Sukarman disebut sebagai anak buah kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat. Kepastian identitas itu menjadi bagian dari operasi SAR terhadap delapan orang yang berada di KM Arupadatu I.
Kronologi Hilangnya KM Arupadatu I
KM Arupadatu I mengangkut delapan orang, yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Keberangkatan kapal dilakukan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif terhadap kapal dan seluruh penumpang serta kru di dalamnya.
Titik terang pencarian muncul pada hari kelima operasi, Sabtu (12/9/2026). Saat itu, aparat kepolisian di Bengkulu menemukan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Jenazah yang ditemukan di Pesisir Barat, Lampung, dipastikan tidak termasuk dalam korban KM Arupadatu I berdasarkan hasil pemeriksaan medis, visum, dan identifikasi kepolisian setempat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















