Headline.co.id, Balangan ~ Paringin, Kabupaten Balangan menyiapkan strategi baru untuk memperkuat ketahanan wilayah menghadapi bencana melalui SIGAB KENCANA LINK DESTANA. Gagasan ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Rahmi, dalam Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Kantor BPBD Kabupaten Balangan, Senin (17/8/2026). Strategi tersebut dirancang untuk menghubungkan program Kecamatan Tangguh Bencana dan Desa Tangguh Bencana yang selama ini berjalan secara terpisah. Integrasi itu ditujukan agar koordinasi penanggulangan bencana dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana berlangsung lebih cepat, tepat, dan terukur.
SIGAB KENCANA LINK DESTANA Hubungkan Kecamatan dan Desa
SIGAB KENCANA LINK DESTANA merupakan singkatan dari Strategi Peningkatan Ketahanan Daerah Rawan Bencana melalui Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Berkelanjutan Kecamatan Tangguh Bencana Terhubung dengan Desa Tangguh Bencana pada BPBD Kabupaten Balangan.
Rahmi memaparkan gagasan tersebut di hadapan pemangku kepentingan internal PKN II. Menurut dia, strategi itu disusun untuk menjawab tantangan penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan dengan membangun keterhubungan kecamatan dan desa yang telah memiliki ketangguhan bencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program yang diintegrasikan terdiri atas Kecamatan Tangguh Bencana atau Kencana di bawah Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, serta Desa Tangguh Bencana atau Destana di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selama ini, kedua program tersebut berjalan secara terpisah. Melalui SIGAB KENCANA LINK DESTANA, BPBD Balangan mendorong terbentuknya sistem yang menghubungkan dukungan dan kesiapsiagaan dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jadi, kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dan saling menguatkan,” ujar Rahmi.
Koordinasi Penanggulangan Bencana Dipercepat
Rahmi menjelaskan, integrasi Kencana dan Destana diharapkan dapat memperbaiki koordinasi pada seluruh tahapan penanggulangan bencana. Koordinasi mulai dari prabencana, tanggap darurat, sampai pascabencana ditargetkan berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur.
Penguatan sistem tersebut tidak hanya diarahkan pada kelembagaan pemerintah, tetapi juga hingga tingkat masyarakat. Jejaring dukungan dari desa ke kecamatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan sistem yang terhubung, kecamatan dan desa yang memiliki kesiapsiagaan bencana diharapkan dapat saling mendukung. BPBD Balangan menilai keterhubungan itu penting, terutama bagi wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi.
Strategi tersebut juga menempatkan kesiapsiagaan sebagai tanggung jawab bersama. Penanganan bencana tidak hanya mengandalkan BPBD, tetapi melibatkan seluruh elemen dari kecamatan sampai desa melalui sistem yang terintegrasi.
“Kita ingin Balangan siap menghadapi bencana. Bukan hanya BPBD yang bergerak, tetapi seluruh elemen dari kecamatan sampai desa sudah memiliki sistem dan kesiapsiagaan yang terintegrasi,” kata Rahmi.
Ditargetkan Menjadi Model Ketahanan Wilayah
Rahmi menegaskan, SIGAB KENCANA LINK DESTANA diharapkan dapat menjadi model penguatan ketahanan wilayah di Kabupaten Balangan. Fokusnya terutama ditujukan bagi daerah yang memiliki potensi bencana tinggi.
Melalui strategi tersebut, BPBD Balangan menargetkan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, dampak kerugian akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana semakin tumbuh.
Penguatan hubungan kecamatan dan desa juga diharapkan menciptakan kesiapsiagaan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, program ketangguhan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem yang saling menguatkan di Kabupaten Balangan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















