Headline.co.id, Batang ~ Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau korban dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien serta penanganan medis terhadap warga yang terdampak. Berdasarkan laporan Tim Surveilans Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per pukul 07.00 WIB, total akumulasi kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang mencapai 674 orang.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Batang dan tim medis. Ia berdialog langsung dengan salah satu pasien anak di ruang perawatan untuk menanyakan kondisi terkini dan memastikan perawatan yang diberikan.
“Masih merasakan apa? Sakit perut? Lemes?” tanya Gibran saat menanyakan kondisi pasien.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pasien anak itu merespons bahwa kondisinya sudah membaik dan rasa lemasnya mulai berkurang.
Gibran Koordinasi Penanganan Korban
Selain memantau kondisi siswa, Wapres Gibran berkoordinasi dengan tim medis mengenai penanganan korban dari kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia.
Gibran juga menanyakan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyebab keracunan terhadap pelajar dan orangtua di Kecamatan Bawang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan SPPG tersebut telah ditutup dan operasionalnya dihentikan sementara.
Rincian Kasus Dugaan Keracunan MBG
Ahmad Luthfi menyampaikan, total akumulasi kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang, Batang, mencapai 674 orang berdasarkan laporan resmi Tim Surveilans Imunisasi dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.
Di RSUD Limpung tercatat 78 kasus. Dari jumlah itu, 73 pasien menjalani rawat inap, 10 pasien masih dirawat, 63 pasien telah pulang, dan lima pasien menjalani rawat jalan.
RSUD Batang menangani 96 kasus. Seluruhnya tercatat sebagai pasien rawat inap, dengan 16 pasien masih dirawat dan 80 pasien telah pulang.
Puskesmas Bawang mencatat 611 kasus, terdiri atas 393 pasien rawat jalan dan 182 pasien yang dirujuk. Dari total 36 pasien rawat inap, delapan pasien masih menjalani perawatan.
Sementara itu, Puskesmas Subah menangani 26 kasus dan seluruh pasien dinyatakan sembuh atau telah pulang. Puskesmas Gringsing 1 mencatat 10 kasus, dengan sembilan pasien pulang atau menjalani rawat jalan dan satu pasien dirujuk.
Puskesmas Bandar 1 menangani 20 kasus. Sebanyak 17 pasien sebelumnya menjalani rawat inap dan seluruhnya kini telah pulang atau menjalani rawat jalan. Selain itu, terdapat 63 pasien yang mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan lainnya.
34 Pasien Masih Dirawat Intensif
Ahmad Luthfi mengatakan, secara keseluruhan masih terdapat 34 pasien yang menjalani perawatan intensif di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang.
“Secara keseluruhan, tersisa 34 pasien yang saat ini masih menjalani perawatan intensif rawat inap di seluruh faskes Kabupaten Batang. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus berkoordinasi untuk memantau pemulihan para korban serta melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap penyedia layanan pangan program MBG,” ujar Ahmad Luthfi.
Kasus tersebut ditangani melalui sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang. Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap pemulihan korban, sekaligus mengevaluasi dan mengawasi penyedia layanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















