Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meluncurkan Gerakan ASN Peduli Pangan untuk meningkatkan serapan hasil pertanian lokal dan memperkuat kemandirian pangan daerah. Gerakan ini mendorong aparatur sipil negara (ASN), jajaran badan usaha milik daerah (BUMD), serta masyarakat menggunakan dan mempromosikan produk pangan petani Bojonegoro. Program tersebut ditandai dengan peluncuran beras lokal Rajekwesi yang diproduksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro. Dalam tahap awal, setiap orang diharapkan membeli sedikitnya 15 kilogram beras lokal Rajekwesi per bulan.
Gerakan ASN Peduli Pangan diluncurkan untuk membangun ekosistem pangan daerah yang mencakup ketersediaan, kualitas, harga, pasar, hingga kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai keterlibatan ASN dan BUMD dapat menjadi kekuatan untuk memperluas promosi sekaligus meningkatkan penggunaan produk pangan lokal.
ASN Bojonegoro Berperan sebagai Pemasar Produk Lokal
Dalam siaran tertulis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (19/8/2026), Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan daerah tersebut memiliki potensi pertanian besar. Namun, potensi itu belum sepenuhnya diikuti dengan penggunaan produk lokal oleh masyarakat di daerah sendiri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Tetapi kita masih membeli produk dari luar daerah atau luar kota. Ini menjadi pertanyaan sekaligus pekerjaan rumah bagi kita,” ujar Setyo.
Menurut Setyo, ASN dan masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga dapat menjadi pemasar produk lokal. Jumlah ASN dan jajaran BUMD yang cukup besar dinilai dapat membantu memperkenalkan produk pangan Bojonegoro secara lebih luas.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran memulai gerakan tersebut melalui langkah sederhana, yakni mencoba dan membeli beras lokal. Pada tahap awal, pembelian beras lokal Rajekwesi diarahkan sedikitnya 15 kilogram oleh setiap orang dalam sebulan.
Kualitas dan Harga Beras Lokal Jadi Perhatian
Setyo menegaskan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal tidak hanya bergantung pada ajakan untuk membeli. Produk daerah harus mampu bersaing dengan produk dari luar daerah, terutama dari sisi kualitas dan harga.
Menurut dia, kualitas dan harga merupakan faktor penting agar masyarakat bersedia menggunakan produk pangan lokal secara berkelanjutan. Dengan demikian, gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peluncuran beras Rajekwesi, tetapi turut mendorong terbentuknya pasar bagi hasil pertanian Bojonegoro.
Peluncuran beras lokal Rajekwesi yang diproduksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pangan daerah. Fokusnya tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga memperhatikan kemampuan produk untuk diterima konsumen dan memberikan manfaat bagi petani.
Masukan Konsumen Jadi Bahan Evaluasi
Direktur Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro Khoirul Huda mengatakan keterlibatan ASN dan masyarakat penting untuk pengembangan produk beras lokal Rajekwesi. Partisipasi konsumen diperlukan agar produk dapat dievaluasi sebelum dipasarkan secara lebih luas.
“Kritik, masukan, dan saran dari konsumen akan menjadi bahan evaluasi sebelum produk dipasarkan secara lebih luas,” kata Khoirul.
Dengan melibatkan ASN, BUMD, dan masyarakat, Gerakan ASN Peduli Pangan diarahkan untuk memperkuat hubungan produksi pertanian lokal dan pasar. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong penggunaan produk daerah melalui pembelian, promosi, serta evaluasi terhadap kualitas dan harga beras lokal Rajekwesi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan serapan hasil pertanian lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan Bojonegoro.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






