Headline.co.id, Batang ~ BPBD Kabupaten Batang menggelar rapat koordinasi evaluasi tahunan bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama, dan unsur media di Ruang Ujungnegoro, Bapperida Batang, Jumat (25/9/2026). Pertemuan tersebut membahas efektivitas kerja sama antar lembaga dan kemitraan strategis dalam sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Batang. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian sinkronisasi program tanggap darurat, mitigasi, dan pemulihan pascabencana sepanjang tahun berjalan. Koordinasi lintas sektor itu ditempuh karena penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi.
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Riza Zakiyah menegaskan, ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, kerja sama tersebut perlu dibangun secara inklusif, transparan, dan berkelanjutan agar perlindungan terhadap masyarakat serta upaya meminimalkan risiko dampak bencana dapat berjalan dalam jangka panjang.
“Kerja sama yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan dengan seluruh mitra kerja adalah kunci utama dalam melindungi masyarakat dan meminimalkan risiko dampak bencana secara jangka Panjang,” jelas Riza.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Evaluasi mencakup tiga fase bencana
Rakor evaluasi BPBD Batang membahas sejumlah aspek yang menjadi dasar kerja sama lintas sektor. Aspek tersebut meliputi perubahan ancaman bencana, kebutuhan informasi dan koordinasi, kesiapan sumber daya, serta rencana kerja penanggulangan bencana.
Selain itu, koordinasi juga mencakup pembagian peran dalam tiga fase bencana. Dalam bahan evaluasi tersebut, kerja sama antarlembaga diarahkan agar setiap pihak memahami kontribusinya, mulai dari kesiapan menghadapi ancaman, penanganan saat bencana terjadi, hingga pemulihan setelah bencana.
Evaluasi tahunan ini sekaligus menjadi ruang untuk melihat capaian sinkronisasi program tanggap darurat, mitigasi, dan pemulihan pascabencana. Dengan evaluasi itu, BPBD Batang dan para mitra kerja dapat memetakan peran, kebutuhan koordinasi, serta dukungan sumber daya sesuai bidang masing-masing.
BPBD Batang berperan sebagai komando dan koordinator
Riza menjelaskan, BPBD Batang menjalankan sistem kerja terintegrasi yang disebut pentahelix. Dalam sistem tersebut, BPBD bertindak sebagai komando dan koordinator, sedangkan OPD lain menjalankan fungsi teknis sesuai bidang keahlian masing-masing.
Model kerja ini menempatkan setiap unsur dalam posisi yang saling melengkapi. OPD memberikan dukungan teknis sesuai kewenangan, media massa membantu penyebarluasan informasi, sedangkan Kementerian Agama memiliki jejaring yang berkaitan dengan satuan pendidikan, penyuluhan, dan komunitas keagamaan.
Menurut Riza, keterlibatan banyak unsur diperlukan untuk memperkuat penanggulangan bencana dari sisi data, sumber daya, dukungan kewilayahan, informasi, hingga jejaring masyarakat. Karena itu, hubungan kerja antar lembaga tidak hanya dibutuhkan ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam tahap mitigasi dan pemulihan.
“Kerjasama antar lembaga dari unsur pemerintah/OPD, Media Massa hingga Kementrian agama memiliki peran strataegis dari data sektoral, sumber daya, dukungan kewilayahan, penyeberluasan informasi hingga jejaring satuan pendidikan penyuluhan dan komunitas keagamaan,” pungkasnya.
Kolaborasi menjadi dasar penanggulangan bencana
Rapat koordinasi tersebut menegaskan pentingnya kemitraan strategis dalam membangun sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Batang. Kolaborasi lintas sektor dipandang menjadi dasar untuk menyatukan program, informasi, sumber daya, dan peran kelembagaan dalam menghadapi bencana.
Melalui evaluasi tahunan itu, BPBD Batang bersama OPD, Kementerian Agama, dan unsur media meninjau kembali efektivitas kerja sama yang telah berjalan sepanjang tahun. Hasil evaluasi diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam tiga fase bencana, sekaligus memastikan setiap mitra dapat menjalankan peran sesuai fungsi dan keahliannya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















