Headline.co.id ~ MotoGP akan kembali ke Buenos Aires, Argentina, pada 2027 setelah setahun tidak menggelar balapan di negara tersebut. Kepulangan itu membawa ajang balap motor tersebut ke salah satu ibu kota besar dunia yang dikenal sebagai tempat lahirnya tango, pusat sepak bola, serta rumah bagi jejak musisi legendaris. Buenos Aires menjadi tujuan utama sepanjang akhir pekan MotoGP karena para pengunjung dapat menikmati perlombaan sekaligus menjelajahi kawasan bersejarah, pusat kuliner, hingga kehidupan malam kota. “Buenos Aires, we’re back,” demikian pengantar MotoGP dalam menyambut kembalinya ajang tersebut ke ibu kota Argentina.
MotoGP menggambarkan Buenos Aires sebagai “Paris-nya Amerika Selatan” dan juga dikenal dengan julukan La Ciudad de la Furia. Kota ini memiliki sejarah panjang dalam musik, budaya, olahraga, dan kehidupan malam. Bagi pengunjung yang datang untuk menyaksikan MotoGP Buenos Aires 2027, perlombaan menjadi bagian dari pengalaman yang lebih luas di tengah metropolitan tersebut.
Obelisco menjadi titik awal menjelajahi Buenos Aires
Obelisco dapat menjadi titik awal untuk mengenal Buenos Aires. Monumen itu berdiri di persimpangan Avenida 9 de Julio dan Avenida Corrientes, dua ruas jalan ikonik di kota tersebut. Selain menjadi simbol dan penunjuk arah, kawasan ini berada di dekat San Nicolas, yang secara luas dikenal warga lokal sebagai El Centro.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari kawasan tersebut, pengunjung dapat menuju berbagai penjuru kota. Arah utara membawa mereka ke Retiro yang elegan, sementara perjalanan ke selatan mengarah ke San Telmo yang bernuansa kolonial. Di sebelah timur terdapat Rio Dique dan Puerto Madero, sedangkan kawasan barat menjadi lokasi perkampungan Yahudi.
San Telmo menjadi salah satu ikon Buenos Aires. Jalan-jalannya dipenuhi toko roti, bar, dan kedai pemanggang biji kopi yang mengarah ke pasar sebagai titik pertemuan utama. Pasar itu menawarkan makanan, minuman, produk segar, suvenir, dan berbagai kebutuhan lain.
MotoGP menyebut pasar San Telmo bukan sekadar tempat wisata, melainkan balai yang tetap hidup sebagai ruang warga lokal. Para pengunjung dapat menikmati suasana kawasan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat-tempat yang menjadi daya tarik bagi penggemar sepak bola.
Bombonera dan La Boca, jejak sepak bola serta tango
Stadion Bombonera merupakan markas Boca Juniors. Stadion berbentuk huruf D dengan tiga sisi itu dikenal sebagai salah satu tempat penting bagi penggemar olahraga. Bombonera juga dikaitkan dengan Diego Maradona, dengan mural wajah legenda tersebut menghiasi berbagai sudut jalan di sekitarnya.
Jalan di sekitar pintu masuk utama stadion dipenuhi bar dan toko. Pengunjung dapat menemukan minuman lokal, choripan, serta makanan manis untuk melengkapi perjalanan sebelum menuju La Boca.
La Boca digambarkan sebagai wajah Buenos Aires yang paling sering muncul dalam kartu pos. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat lahirnya tango, tarian yang menggabungkan gerakan tegas, aksen, emosi, dan detail yang rumit. Warna-warni La Boca memperkuat karakter kawasan yang memungkinkan pengunjung tidak hanya menyaksikan tango, tetapi juga mengikuti pelajaran tari tersebut.
Choripan juga mudah ditemukan di kawasan La Boca. Makanan itu disebut murah, melimpah, dan menjadi salah satu bagian dari pengalaman kuliner saat menjelajahi lingkungan tersebut.
Puerto Madero dan Casa Rosada menawarkan sisi berbeda
Bagi pengunjung yang ingin melihat sisi modern Buenos Aires, Puerto Madero menawarkan suasana yang lebih glamor. Kawasan ini dipenuhi pilihan minuman, mulai dari koktail, bir, dan minuman beralkohol lainnya hingga Malbec. Area di sekitar Rio Dique hidup dengan suasana pesta dan keanggunan.
Pengunjung dapat kembali ke pusat kota melalui Puente de la Mujer. Di kawasan itu, mereka juga berpeluang menikmati pertunjukan tango gratis. Puerto Madero disebut sebagai salah satu kawasan paling mewah di Argentina dan Amerika Selatan, tetapi tetap terjangkau.
Dari sana, perjalanan dapat dilanjutkan ke Casa Rosada, atau Pink House, yang menjadi kantor kerja Presiden Argentina. Dengan bendera Albiceleste yang berkibar di tengah hembusan angin pelabuhan, bangunan tersebut menjadi salah satu landmark utama Buenos Aires.
Di belakang Casa Rosada terdapat Plaza de Mayo, lokasi berbagai peristiwa bersejarah Argentina sekaligus salah satu titik penting di pusat kota. Dari kawasan itu, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju tempat-tempat yang menawarkan empanada dan restoran steak.
Retiro menghadirkan karakter berbeda dibandingkan Puerto Madero. Jika Puerto Madero merepresentasikan kekayaan baru yang modern dan terbuka, Retiro menawarkan kemewahan yang lebih klasik dan tidak mencolok. Kawasan tersebut memadukan ruang botani dan lingkungan perkotaan, dengan pilihan tempat dari area di permukaan hingga rooftop.
Jejak Soda Stereo dan Carlos Gardel
Buenos Aires juga menawarkan tujuan bagi penggemar musik rock dan tango. Penggemar Soda Stereo, salah satu kelompok penting dalam Rock en Español, dapat menelusuri lokasi seperti NH Hotel dan Soda Stereo Corner.
Makam terakhir Cerati berada di Chacarita. Di kawasan yang sama juga terdapat makam Carlos Gardel, sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama tango.
Kembalinya MotoGP ke Buenos Aires pada 2027 menjadi kesempatan untuk menggabungkan agenda balap dengan penjelajahan kota. MotoGP menyebut waktu selama akhir pekan dapat terasa tidak cukup untuk mengunjungi seluruh sudut Buenos Aires. Ajang tersebut sebelumnya pernah hadir untuk balapan di kota itu pada akhir 1990-an, tetapi pengalaman tersebut disebut belum cukup untuk melihat semuanya. Kini, kepulangan MotoGP diharapkan membawa pengunjung untuk mengenal Buenos Aires lebih jauh, di dalam dan di luar lintasan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















