Headline.co.id ~ Persebaya vs Garudayaksa pada pekan ketiga Super League 2026/2027 berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9). Persebaya sempat memimpin melalui gol Alex Martins pada menit ke-84, tetapi Garudayaksa FC menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Hasil tersebut membuat Persebaya harus berbagi poin setelah gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Pertandingan itu juga menjadi panggung bagi sejumlah catatan penting, mulai dari debut Reza Arya Pratama hingga momen Toni Firmansyah mengenakan ban kapten.
Persebaya sebenarnya berada di jalur kemenangan setelah Alex Martins kembali mencetak gol. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan peluang untuk membawa Green Force unggul pada menit-menit akhir pertandingan.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Garudayaksa mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 sehingga kiper Reza Arya Pratama harus memungut bola dari gawangnya. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di balik hasil imbang Persebaya vs Garudayaksa, terdapat lima catatan yang mewarnai perjalanan Green Force pada pertandingan tersebut.
Reza Arya Pratama Jalani Debut Resmi
Pertandingan melawan Garudayaksa menjadi penampilan perdana Reza Arya Pratama untuk Persebaya di kompetisi resmi. Kiper berusia 26 tahun itu mendapat kesempatan mengawal gawang Green Force setelah Ernando Ari Sutaryadi mengalami cedera.
Reza tampil sejak menit awal. Dalam pertandingan tersebut, ia beberapa kali menunjukkan respons cepat untuk mengamankan bola-bola berbahaya dari pemain Garudayaksa.
Debut Reza belum berakhir dengan catatan clean sheet. Ia harus kebobolan pada menit ke-89 ketika Garudayaksa mencetak gol penyeimbang. Meski demikian, laga tersebut menjadi pengalaman penting bagi Reza dalam perjalanan barunya bersama Persebaya.
Alex Martins Cetak Gol dalam Dua Laga Beruntun
Alex Martins kembali mencatatkan namanya di papan skor. Setelah mencetak gol kemenangan Persebaya saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan kedua, penyerang asal Brasil itu kembali menunjukkan ketajamannya saat melawan Garudayaksa.
Alex mencetak gol pada menit ke-84. Gol tersebut sempat mengarahkan Persebaya menuju kemenangan sebelum lawan menyamakan kedudukan lima menit berselang.
Gol ke gawang Garudayaksa menjadi gol kedua Alex dalam dua pertandingan secara beruntun. Catatan itu menjadi sinyal positif bagi lini depan Green Force sekaligus menegaskan peran Alex sebagai salah satu tumpuan tim dalam memburu gol.
Kontribusi Jefferson dan Momen Toni Firmansyah
Gol Alex tidak terlepas dari peran Jefferson Silva. Bek sayap asal Brasil itu mengirimkan umpan yang membuka ruang bagi Alex untuk menyelesaikan peluang menjadi gol.
Assist tersebut menambah catatan kontribusi Jefferson untuk Persebaya. Ia kini telah mencatatkan dua assist. Selain membantu menjaga keseimbangan permainan, Jefferson juga mampu menghadirkan umpan-umpan akurat saat Persebaya berupaya membongkar pertahanan lawan.
Pertandingan itu juga menghadirkan momen khusus bagi Toni Firmansyah. Pemain jebolan binaan Green Force tersebut dipercaya mengenakan ban kapten setelah Francisco Rivera absen.
Kepercayaan itu menjadi bagian dari perkembangan Toni bersama tim senior. Ia tumbuh melalui proses pembinaan Persebaya dan secara bertahap memperoleh peran yang lebih besar di skuad utama.
Mengenakan ban kapten di GBT menjadi pengalaman berharga bagi pemain asal Benowo tersebut. Di hadapan Bonek dan Bonita, Toni memimpin rekan-rekannya dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga akhir.
Persebaya Memasuki Jeda dengan Lima Poin
Hasil imbang melawan Garudayaksa membuat Persebaya mengakhiri tiga pekan awal kompetisi dengan lima poin. Sebelumnya, Green Force meraih kemenangan atas PSIM Yogyakarta serta bermain imbang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Jeda kompetisi menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi perjalanan awal musim. Berbagai detail dari tiga pertandingan dapat digunakan sebagai bahan perbaikan sebelum kompetisi kembali bergulir.
Pelatih Bernardo Tavares memiliki waktu untuk mematangkan sejumlah aspek permainan, termasuk organisasi tim, penyelesaian akhir, dan konsistensi dalam mempertahankan keunggulan.
Hasil imbang Persebaya vs Garudayaksa belum mengakhiri perjalanan Green Force pada musim ini. Dengan lima poin dari tiga pertandingan, Persebaya masih memiliki waktu untuk berbenah sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















