Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ McLaren memastikan akan memproduksi SUV pertamanya dan menjadwalkan model tersebut hadir sebelum 2030, setelah selama bertahun-tahun perusahaan menolak memasuki segmen kendaraan tersebut. Rencana itu menjadi bagian dari perubahan strategi McLaren dalam memperluas lini produknya sekaligus meningkatkan kegiatan manufaktur di Inggris. SUV tersebut akan diarahkan sebagai kendaraan berorientasi performa dengan kemungkinan membawa teknologi konstruksi yang selama ini menjadi ciri mobil supercar McLaren.
Rencana pengembangan SUV muncul bersamaan dengan pengumuman investasi McLaren sebesar £500 juta untuk memperluas operasional manufakturnya di Inggris. Investasi tersebut juga disebut akan membuka sedikitnya 1.000 lapangan pekerjaan hingga 2032, sejalan dengan persiapan perusahaan menghadirkan generasi kendaraan berikutnya.
McLaren Pertimbangkan Teknologi Carbon Tub untuk SUV
Meski memasuki segmen SUV, McLaren tetap ingin mempertahankan karakter performa yang selama ini melekat pada produknya. Chief Operating Officer McLaren Michael Straughan mengungkapkan perusahaan sedang mempertimbangkan penggunaan konstruksi carbon tub seperti yang digunakan pada mobil-mobil supercar McLaren.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jika rencana tersebut diterapkan, SUV pertama McLaren akan membawa salah satu teknologi konstruksi yang menjadi bagian penting dari karakter mobil sport perusahaan. Pendekatan itu menunjukkan bahwa perubahan bentuk kendaraan tidak serta-merta membuat McLaren meninggalkan teknologi yang telah lama digunakan pada lini supercarnya.
Namun, rincian teknis kendaraan tersebut masih terbatas. McLaren belum mengungkapkan spesifikasi mesin maupun besaran tenaga yang akan digunakan pada SUV pertamanya, sehingga konfigurasi sistem penggerak model tersebut belum diketahui.
Pabrik Baru McLaren Disiapkan di Inggris
McLaren juga menyiapkan fasilitas perakitan baru di Inggris yang terpisah dari basis produksinya di Woking. Fasilitas tersebut nantinya akan menangani generasi model McLaren berikutnya, termasuk SUV berorientasi performa yang sedang disiapkan untuk hadir sebelum 2030.
Keberadaan fasilitas baru itu menjadi bagian dari ekspansi manufaktur perusahaan. Dengan investasi yang diumumkan, McLaren tidak hanya mempersiapkan model baru, tetapi juga memperbesar kapasitas operasionalnya untuk menghadapi perubahan portofolio kendaraan pada tahun-tahun mendatang.
Strategi SUV Berubah di Era Michael Leiters
Keputusan memasuki segmen SUV merupakan perubahan besar dibandingkan sikap McLaren pada dekade sebelumnya. Manajemen perusahaan ketika itu berulang kali menolak gagasan untuk membuat SUV karena kendaraan jenis tersebut dianggap tidak sesuai dengan identitas McLaren sebagai produsen supercar.
Arah perusahaan kemudian berubah setelah McLaren berada di bawah kepemimpinan Michael Leiters. Sebelum bergabung dengan McLaren, Leiters pernah bekerja di Ferrari dan Porsche serta terlibat dalam pengembangan SUV seperti Cayenne dan Purosangue.
Dari sisi desain, McLaren sebelumnya mengklaim pernah diperlihatkan sebuah SUV yang tampil menyerupai Porsche Cayenne Turbo GT, tetapi memiliki desain lebih berotot dan menggunakan pelek berukuran 24 inci. Meski demikian, informasi tersebut belum menjadi gambaran resmi mengenai desain akhir SUV McLaren yang akan dipasarkan.
SUV Bisa Membuka Lini Produk Baru McLaren
Langkah McLaren memasuki segmen SUV juga berkaitan dengan potensi penjualan yang lebih besar. Pada 2025, McLaren disebut hanya memproduksi sekitar 2.000 mobil dari seluruh model yang dimilikinya, sementara kehadiran SUV dapat memperluas jangkauan produk perusahaan di luar segmen supercar.
SUV tersebut berpotensi berhadapan dengan kendaraan performa tinggi seperti Ferrari Purosangue dan Aston Martin DBX. Kehadirannya juga disebut dapat membuka kemungkinan pengembangan model McLaren lain dengan konfigurasi mesin depan dan sistem penggerak seluruh roda.
Meski demikian, belum ada informasi lebih lanjut mengenai model lain yang mungkin menggunakan konfigurasi tersebut. Fokus perusahaan saat ini masih tertuju pada persiapan generasi kendaraan berikutnya dan pengembangan SUV pertama yang dijadwalkan hadir sebelum 2030.
McLaren Mulai Kembangkan Mesin Secara Internal
Selain mengembangkan SUV, McLaren juga mengubah strategi dalam pengembangan mesin. Perusahaan mengungkapkan bahwa mesin tidak lagi diproduksi oleh Ricardo, melainkan akan dirancang dan dibuat secara internal sebagai bagian dari perubahan dalam pengembangan teknologi kendaraan.
Saat ini, dua mesin hybrid beserta transmisinya telah masuk tahap pengembangan. Perubahan tersebut berlangsung bersamaan dengan perluasan fasilitas produksi dan persiapan model-model baru yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya.
Dengan rencana SUV, pembangunan fasilitas perakitan baru, serta pengembangan mesin secara internal, McLaren tengah menjalani perubahan besar dalam strategi produknya. SUV pertama perusahaan akan menjadi salah satu model yang menandai perluasan McLaren di luar segmen supercar, meskipun detail teknisnya masih belum diumumkan dan desain akhirnya juga belum diperlihatkan secara resmi.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















