Headline.co.id, Semarang ~ Headline.co.id, Semarang (Kemenag) — MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 resmi ditutup di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) malam. Penutupan itu menandai berakhirnya musabaqah yang diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi selama sembilan hari. Para peserta mengikuti kompetisi pada delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori yang digelar di 12 arena. Selain menjadi ajang perlombaan Al-Qur’an, MTQ Nasional XXXI turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui transaksi UMKM yang mendekati Rp16 miliar.
Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia berharap para kafilah membawa pulang lebih dari sekadar prestasi setelah mengikuti kompetisi yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah.
“Kami berharap semuanya pulang membawa prestasi, pengalaman, persaudaraan, dan kenangan baik tentang Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin saat menyampaikan laporan pada penutupan MTQ Nasional XXXI.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
MTQ Nasional XXXI Jadi Ruang Membumikan Al-Qur’an
Menurut Taj Yasin, MTQ Nasional XXXI tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat pengamalan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“MTQ ini sudah menjadi ruang bersama untuk semakin membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” katanya.
Taj Yasin menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Pihak-pihak tersebut meliputi Kementerian Agama, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, Pemerintah Kota Semarang, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, pelaku usaha, media, sponsor, serta masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan kepada personel pengamanan, tenaga kesehatan, dewan hakim, panitia, dan seluruh petugas yang bekerja selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami mohon maaf jika selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, termasuk dalam lalu lintas dan parkir,” ujar Taj Yasin.
Gubernur Jateng Sebut MTQ Berlangsung Tenteram
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penyelenggaraan MTQ selama sembilan hari menghadirkan suasana tenteram di tengah masyarakat. Ia menyebut lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an turut menciptakan suasana aman dan damai.
“Di seluruh pelosok Provinsi Jawa Tengah dan Republik Indonesia, bahkan dunia, hari ini terasa tenteram, aman, dan damai karena lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an,” kata Ahmad Luthfi.
Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan kafilah yang telah mengikuti MTQ Nasional XXXI. Ia memberikan ucapan selamat kepada peserta yang berhasil meraih juara atas prestasi yang dicapai dalam musabaqah tersebut.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ahmad Luthfi menyebut perputaran transaksi UMKM selama kegiatan berlangsung telah mendekati Rp16 miliar.
Peserta Kembali ke Daerah Masing-Masing
Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI, para peserta dan kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Taj Yasin berharap pengalaman selama mengikuti musabaqah dapat menjadi bekal untuk memperkuat pembinaan dan syiar Al-Qur’an di daerah.
Harapan itu mencakup pengalaman yang diperoleh selama kompetisi, persaudaraan antarkafilah, serta kenangan selama berada di Jawa Tengah. Menurut Taj Yasin, seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan MTQ, selain capaian prestasi para peserta.
“Semoga dalam penyelenggaraan MTQ ini, kesibukan kita terhadap Al-Qur’an mengijabah hajat kita bersama,” tandasnya.


















