Headline.co.id, Serang ~ Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong pendirian padepokan pencak silat Tjimande di setiap kabupaten di Banten. Dorongan itu disampaikan saat peresmian Balai Latihan Seni Silat dan Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) di Serang, Banten, Jumat (17/09/2026). Padepokan Tjimande diharapkan tidak hanya menjadi tempat latihan bela diri, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda, pelestarian budaya, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Menurut Sigit, pengembangan padepokan Tjimande dapat diarahkan untuk membentuk pendekar yang memiliki kemampuan bela diri sekaligus karakter dan tanggung jawab sosial. Ia juga mengajak anggota PTBI bekerja sama dengan Polri dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Kapolri Minta Padepokan Tjimande Dibangun di Setiap Kabupaten
Kapolri menyampaikan pendirian padepokan di setiap kabupaten diperlukan agar Tjimande terus berkembang. Keberadaan padepokan itu diharapkan menjadi ruang pembinaan yang dapat membekali generasi muda dengan pendidikan karakter serta nilai-nilai budaya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ke depan, masing-masing kabupaten agar didirikan padepokan supaya Tjimande terus berkembang dan menghasilkan para pendekar yang memiliki kemampuan bela diri, melindungi yang lemah, serta bekerja sama dengan Polri untuk membantu menjaga kamtibmas,” ujar Sigit dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (18/09/2026).
Selain latihan bela diri, Sigit menyebut kegiatan di padepokan dapat dikembangkan melalui aktivitas sosial dan keagamaan. Dengan demikian, padepokan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlatih, tetapi juga sebagai wadah pembentukan kepribadian dan penguatan hubungan antarmasyarakat.
Pembinaan Ditekankan pada Disiplin dan Pengendalian Diri
Sigit mengatakan pembinaan pencak silat perlu diarahkan pada pembentukan sikap disiplin, pengendalian diri, persaudaraan, dan tanggung jawab. Ia meminta para guru serta senior memberikan teladan kepada anggota muda dalam proses pembinaan.
Pembinaan juga diharapkan dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pendidikan, pelatihan, kompetisi, pertunjukan seni, hingga pemanfaatan teknologi digital. Pengembangan tersebut dinilai penting agar nilai-nilai pencak silat tetap tumbuh dan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kapolri mengingatkan bahwa kemampuan bela diri harus diiringi dengan sikap bijaksana. Menurut dia, seorang pendekar tidak semestinya menggunakan kekuatan untuk mencari lawan atau menunjukkan kehebatan.
“Seorang jawara sejati bukanlah orang yang mencari lawan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” kata Sigit.
PTBI Diajak Berperan Menjaga Kamtibmas
Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak anggota PTBI ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan, menghindari kekerasan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai persoalan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari dorongan agar perguruan silat turut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sosial. Polri menyatakan siap bersinergi dengan perguruan silat, ulama, jawara, dan masyarakat untuk mencegah berbagai gangguan di lingkungan sosial.
Sinergi itu diarahkan untuk mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tawuran, serta gangguan keamanan lainnya. Melalui kerja sama tersebut, padepokan Tjimande diharapkan dapat menjalankan fungsi pembinaan sekaligus membantu menjaga kamtibmas.
Nilai Budaya dan Peran Sosial Padepokan
Pendirian padepokan Tjimande di setiap kabupaten di Banten juga diharapkan memperkuat pelestarian budaya. Kegiatan pendidikan, pelatihan, kompetisi, dan pertunjukan seni dapat menjadi sarana untuk mengembangkan pencak silat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kapolri menempatkan pendekar bukan hanya sebagai sosok yang menguasai bela diri, tetapi juga sebagai pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana. Karena itu, pengembangan Tjimande diarahkan agar sejalan dengan pembentukan karakter, persaudaraan, serta kepentingan bersama.






