Headline.co.id, Boyolali ~ Bukit Cilenguk menjadi salah satu destinasi wisata di kawasan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang menawarkan panorama Gunung Merapi sekaligus jejak sejarah Kasunanan Surakarta. Berada di kawasan pegunungan yang sejuk, tempat ini dapat dikunjungi wisatawan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tanpa tiket masuk resmi. Selain menikmati bentang alam, pengunjung dapat melihat petilasan yang dipercaya berkaitan dengan Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Bukit Cilenguk berlokasi di Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali. Lokasinya yang berada di kawasan kaki Gunung Merapi menjadikan gunung berapi tersebut sebagai salah satu panorama utama yang dapat dilihat dari area wisata, terutama ketika kondisi cuaca cerah.
Daya tarik Bukit Cilenguk tidak hanya terletak pada pemandangan Gunung Merapi. Kawasan yang dikelilingi pepohonan besar dan memiliki udara khas pegunungan itu juga menyimpan nilai sejarah karena terdapat bangunan petilasan yang dikaitkan dengan Raja Kasunanan Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Panorama Gunung Merapi Jadi Daya Tarik Bukit Cilenguk
Pemandangan Gunung Merapi menjadi salah satu alasan wisatawan mengunjungi Bukit Cilenguk. Posisi bukit yang berada di kawasan Selo memungkinkan pengunjung menikmati lanskap gunung dari area wisata tanpa harus melakukan pendakian hingga puncak.
Saat cuaca cerah, Gunung Merapi dapat terlihat jelas dari kawasan bukit. Panorama tersebut juga menjadikan lokasi ini sebagai salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin berburu foto dengan latar pegunungan.
Pepohonan besar yang tumbuh di sekitar kawasan menambah suasana rindang. Udara sejuk yang identik dengan wilayah Selo membuat pengunjung dapat bersantai sembari menikmati pemandangan alam.
Kawasan Selo sendiri berada di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah ini memiliki udara yang relatif sejuk dan menjadi salah satu kawasan wisata alam di Boyolali.
Pagi hari menjadi salah satu waktu yang menarik untuk menikmati kawasan Bukit Cilenguk. Dalam kondisi tertentu, kabut tipis dapat menyelimuti area perbukitan dan menghadirkan suasana pegunungan yang berbeda.
Bukit Cilenguk Simpan Jejak Sejarah Pakubuwono X
Di balik panorama alamnya, Bukit Cilenguk juga memiliki daya tarik sejarah. Di kawasan tersebut terdapat bangunan kecil yang dikenal sebagai petilasan Sri Susuhunan Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta.
Dalam riwayat yang disebutkan pada bahan informasi mengenai destinasi tersebut, Bukit Cilenguk menjadi tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan Pakubuwono X ketika mengunjungi kawasan Gunung Merapi. Pakubuwono X memerintah Kasunanan Surakarta pada periode 1893 hingga 1939.
Bangunan petilasan tersebut memiliki tembok permanen dengan ukuran sekitar 2,5 meter persegi. Di dalamnya terdapat penanda berupa batu serta sejumlah benda yang dikaitkan dengan Pakubuwono X, termasuk jarik atau kain batik.
Keberadaan petilasan tersebut memberikan karakter berbeda bagi Bukit Cilenguk dibandingkan tempat menikmati panorama pegunungan pada umumnya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat Gunung Merapi, tetapi juga dapat mengenal sisi sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan tersebut.
Pengunjung tetap perlu menjaga tata krama ketika berada di sekitar petilasan karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat.
Akses menuju Bukit Cilenguk tergolong mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Salah satu patokan perjalanan adalah Simpang PB VI Selo atau kawasan depan Pasar Selo.
Dari titik tersebut, pengunjung dapat mengikuti Jalan Magelang-Boyolali menuju arah Magelang sekitar dua kilometer. Setelah itu, pengunjung akan menemukan Gapura Selamat Datang Dukuh Tritis di sisi kanan jalan.
Dari gapura tersebut, perjalanan dilanjutkan masuk ke arah barat sekitar 200 meter hingga mencapai kawasan Bukit Cilenguk.
Kondisi jalan menuju kawasan wisata dapat dilalui kendaraan, meski pengunjung tetap perlu berhati-hati karena sebagian jalur berada di kawasan pegunungan dan memiliki medan yang menanjak.
Bagi wisatawan yang datang dari Kota Boyolali, perjalanan menuju kawasan Selo diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sementara perjalanan dari Solo dapat memerlukan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Tiket Masuk Bukit Cilenguk Gratis
Bukit Cilenguk terbuka untuk pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Hingga informasi dalam bahan ini dihimpun, belum terdapat tarif resmi tiket masuk untuk mengunjungi kawasan tersebut.
Pengelola menyediakan kotak donasi bagi wisatawan yang ingin memberikan sumbangan secara sukarela. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu perawatan fasilitas dan menjaga kebersihan, khususnya kawasan petilasan Pakubuwono X.
Selain itu, pengunjung disebut perlu menyiapkan biaya parkir kendaraan sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000, menyesuaikan jenis kendaraan.
Dengan skema tersebut, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Merapi, suasana pegunungan, dan kawasan petilasan tanpa harus membayar tiket masuk khusus.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Bukit Cilenguk
Berburu foto menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan. Gunung Merapi, perbukitan, pepohonan rindang, dan kawasan hijau dapat menjadi latar untuk mengabadikan kunjungan.
Pengunjung juga dapat datang pada pagi hari untuk menikmati suasana pegunungan. Ketika kondisi cuaca mendukung, lanskap Merapi dapat terlihat lebih jelas dengan udara yang masih sejuk.
Kawasan terbuka di sekitar bukit juga dapat dimanfaatkan untuk duduk dan bersantai bersama keluarga maupun teman. Pengunjung dapat membawa bekal sederhana selama tetap menjaga kebersihan area wisata.
Sejumlah fasilitas dasar disebut tersedia untuk mendukung kunjungan, mulai dari area parkir kendaraan, gardu pandang, spot foto alam, tempat duduk sederhana hingga warung makanan dan minuman.
Perpaduan panorama Gunung Merapi, udara sejuk kawasan Selo, biaya kunjungan yang terjangkau, serta keberadaan petilasan Pakubuwono X membuat Bukit Cilenguk memiliki daya tarik tersendiri sebagai destinasi di Boyolali.
Wisatawan yang berkunjung diimbau menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta menghormati kawasan petilasan. Sikap tersebut penting agar kondisi alam dan nilai sejarah Bukit Cilenguk tetap terjaga bagi pengunjung berikutnya.

















