Headline.co.id, Jakarta ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun di Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 11–20 September 2026 itu melibatkan kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Selain menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an, MTQ Nasional 2026 mendorong aktivitas perdagangan, transportasi, akomodasi, kuliner, jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, proyeksi tersebut berasal dari kebutuhan kafilah, pendamping, tamu, dan masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pemerintah daerah juga menghadirkan Pameran MTQ Nasional XXXI di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang, untuk memperluas manfaat ekonomi melalui promosi produk UMKM dan kerajinan dari berbagai daerah.
MTQ Nasional 2026 Buka Akses Pasar UMKM
Taj Yasin mengatakan, pemerintah daerah sejak awal berupaya memastikan penyelenggaraan MTQ memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengajak provinsi-provinsi lain membawa produk UMKM dan kerajinan ke Jawa Tengah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami tidak ingin MTQ ini hanya dinikmati Jawa Tengah. Karena itu, kami mengajak provinsi-provinsi lain untuk hadir membawa UMKM dan produk kerajinannya,” ujar Taj Yasin saat pembukaan Pameran MTQ Nasional XXXI di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Taj Yasin, keterlibatan UMKM dari berbagai daerah membuat pameran tidak hanya berfungsi sebagai ruang promosi. Pameran tersebut juga membuka peluang interaksi dan kerja sama antarpelaku usaha.
Produk yang dibawa ke Semarang diharapkan tidak sekadar menjadi pajangan selama pelaksanaan MTQ Nasional 2026. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar baru.
Produk UMKM Diharapkan Menjangkau Berbagai Daerah
Taj Yasin mengajak para kafilah MTQ memanfaatkan pameran untuk mengenal produk-produk unggulan dari berbagai daerah. Ia berharap produk UMKM Jawa Tengah maupun daerah lain dapat dibawa pulang oleh peserta ke wilayah masing-masing.
Daerah tujuan produk tersebut mencakup Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Dengan demikian, hubungan yang terbentuk selama MTQ diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama ekonomi antardaerah.
“Dengan begitu, hubungan yang terbangun melalui MTQ ini tidak hanya hubungan silaturahmi, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama ekonomi antardaerah,” kata Wagub Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar pameran UMKM menjadi titik awal terbentuknya jejaring perdagangan setelah rangkaian MTQ Nasional XXXI selesai. Harapannya, manfaat ekonomi yang muncul selama kegiatan dapat berlangsung lebih panjang.
Perputaran Ekonomi Menyentuh Berbagai Sektor
Perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun diperkirakan berasal dari berbagai aktivitas selama MTQ Nasional XXXI. Aktivitas tersebut mencakup kebutuhan kafilah, pendamping, tamu, dan masyarakat yang berada di Jawa Tengah selama penyelenggaraan kegiatan.
Sektor yang terdampak meliputi UMKM, pedagang, pekerja, transportasi, akomodasi, kuliner, serta sektor jasa lainnya. Kehadiran ribuan kafilah, pendamping, tamu, dan pengunjung dari berbagai daerah turut meningkatkan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah.
Aktivitas tersebut juga berdampak terhadap tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, pusat perdagangan, kuliner, serta UMKM yang terlibat dalam pameran dan bazar.
“Kalau kita hitung, perputaran ekonomi dari MTQ ini diproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kegiatan nasional ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Taj Yasin.
Diikuti 37 Provinsi
MTQ Nasional XXXI diikuti kafilah dari 37 provinsi. Sebanyak 2.242 peserta mengikuti delapan cabang musabaqah yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan capaian di bidang pembinaan dan pengembangan Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.






