Headline.co.id, Muara Enim ~
Polda Sumatera Selatan melalui Satbrimob Polda Sumsel mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, pada hari keempat penanganan. Upaya tersebut dilakukan Satgas Operasi Aman Nusa II dengan menggunakan cairan X-Fire Slog Polri untuk menyemprot dan membasahi area terdampak. Langkah ini ditujukan untuk memadamkan api di permukaan sekaligus mendinginkan lapisan gambut yang masih menyimpan bara dan berpotensi memunculkan titik api kembali.
Pemadaman karhutla Muara Enim dipimpin Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol bersama Komandan Batalyon D Pelopor dan personel Satbrimob Polda Sumsel. Selain menggunakan cairan X-Fire, personel melakukan penyisiran area terdampak, pemantauan berdasarkan koordinat titik panas, serta pendinginan di lokasi yang telah dipadamkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemadaman Karhutla Muara Enim Menyasar Lapisan Gambut
Memasuki hari keempat, penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan. Satgas juga berupaya mengatasi bara yang masih tersimpan di bawah lapisan gambut melalui penyemprotan dan pembasahan secara menyeluruh.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bara di dalam gambut dapat memicu munculnya api susulan. Oleh sebab itu, proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan pada area yang sudah ditangani untuk memastikan titik api tidak kembali muncul.
Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol mengatakan hari keempat merupakan tahapan penting dalam memastikan api padam hingga bagian bawah lahan gambut.
“Hari keempat ini menjadi tahap yang sangat penting karena kami tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan hingga ke lapisan gambut. Penggunaan cairan X-Fire Slog Polri diharapkan mampu memutus rantai munculnya hot spot sehingga wilayah terdampak dapat segera terkendali,” jelasnya, dilansir dari detik, Jumat (11/9/26).
Personel Lakukan Penyisiran dan Pendinginan
Penggunaan cairan X-Fire Slog Polri menjadi bagian dari rangkaian penanganan karhutla di lahan gambut. Setelah penyemprotan, personel Satgas menyisir area yang terdampak untuk menemukan titik panas dan bara yang masih tersisa.
Pemantauan juga dilakukan berdasarkan koordinat titik panas. Area yang telah dipadamkan kemudian didinginkan guna mencegah munculnya api susulan dan memastikan kondisi lokasi tetap terkendali.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan personel dan sarana dalam menangani karhutla, terutama di kawasan gambut yang memerlukan pemadaman dan pendinginan secara berkelanjutan.
“Penanganan di lahan gambut membutuhkan ketelitian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman serta tidak kembali memunculkan titik api,” tambahnya.
Operasi Aman Nusa II Berlanjut
Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel melanjutkan upaya pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di kawasan terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah karhutla meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Masyarakat diminta melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani.
Penanganan karhutla di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim dilakukan secara berkelanjutan. Selain memadamkan api, personel memastikan bara di bawah permukaan tidak kembali memicu kebakaran.



















