Headline.co.id, Cimahi – Kadet Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Universitas Pertahanan RI mengunjungi SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (11/9/2026). Kunjungan pada hari ketujuh rangkaian pembinaan tersebut dikemas dalam bentuk studi wisata untuk memperkaya pengalaman, wawasan, dan motivasi para kadet. Kegiatan dilakukan melalui pengamatan terhadap lingkungan pendidikan serta interaksi dengan siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi.
Kadet KKRI Belajar dari Lingkungan Pendidikan
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi Mayjen TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P. menyambut kedatangan para kadet. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta pembinaan.
Menurut Mayjen TNI Ardiansyah, masa pendidikan dan pengalaman yang diperoleh pada usia muda merupakan bekal penting dalam pembentukan karakter. Para peserta juga diajak memanfaatkan rangkaian pembinaan sebagai kesempatan untuk membangun diri menjadi generasi muda yang lebih baik, mandiri, dan mampu memandang masa depan secara positif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia juga menekankan pentingnya sikap bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa. Para peserta diingatkan agar tidak mudah terprovokasi serta mampu menjadikan pendidikan dan pengalaman sebagai dasar untuk berkembang.
Kunjungan para kadet ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi tidak hanya berfokus pada kegiatan berkunjung. Para kadet memperoleh kesempatan untuk mencermati lingkungan pendidikan, pola pembinaan, serta kehidupan para siswa di sekolah tersebut.
Pembinaan KKRI Diharapkan Membentuk Karakter
Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara Unhan RI Mayjen TNI Dr. Helda Risman, M.Han., CIQaR. mengatakan kegiatan tersebut perlu dimaknai sebagai studi wisata. Dengan demikian, para kadet diharapkan tidak sekadar datang ke lokasi, tetapi juga memperoleh pelajaran dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurut Mayjen TNI Helda Risman, para kadet yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan merupakan aset bangsa. Karena itu, mereka perlu mendapatkan bekal agar dapat tumbuh menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mengajak para kadet memperhatikan berbagai pengalaman selama berada di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Interaksi dengan para siswa juga dinilai dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran selama kunjungan berlangsung.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu para kadet memperkuat diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, para kadet didorong untuk terus membentuk pribadi yang lebih baik serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Kadet Terinspirasi Kedisiplinan Siswa
Salah satu kadet, Filipus Alvin Felicianus Manjuntak, siswa asal SMA Negeri 4 Babelan, mengaku kagum terhadap lingkungan dan fasilitas pendidikan di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi.
Filipus juga tertarik pada kedisiplinan dan pola pembinaan yang diterapkan kepada para siswa. Ia menyampaikan keinginannya untuk memiliki karakter, kedisiplinan, dan postur tubuh seperti siswa di sekolah tersebut.
“Saya pengen sekali seperti mereka, berkarakter, terus disiplin, terus postur tubuhnya begitu, gagah,” ungkap Filipus.
Menurut Filipus, pembinaan seperti yang dijalani melalui KKRI diperlukan bagi generasi muda. Pembinaan itu dinilai dapat membantu membentuk karakter dan kedisiplinan, sekaligus menumbuhkan semangat bela negara serta pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dorongan bagi para kadet untuk terus mengembangkan diri. Kekaguman terhadap lingkungan sekolah, fasilitas pendidikan, dan kedisiplinan siswa menjadi bagian dari pembelajaran yang mereka peroleh selama studi wisata.
Bangun Persahabatan dan Motivasi
Selain memperkaya wawasan, kunjungan kadet KKRI ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi menjadi ruang untuk berbagi pengalaman. Para kadet juga membangun persahabatan dengan para siswa selama kegiatan berlangsung.
Mayjen TNI Helda Risman mengingatkan para kadet bahwa kondisi yang mereka hadapi saat ini bukanlah akhir dari perjalanan kehidupan. Pengalaman tersebut dapat dijadikan pembelajaran untuk terus bertumbuh dan memperbaiki diri.
Rangkaian pembinaan itu diharapkan mampu menumbuhkan motivasi para kadet untuk memperkuat karakter dan menatap masa depan dengan lebih baik. Para kadet juga diharapkan dapat berkembang sebagai generasi penerus bangsa yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
(Biro Infohan Setjen Kemhan)

















