Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Hukum

Santriwati Hamil 8 Bulan Laporkan Pengasuh Pesantren di Sleman, Polresta Sleman Buka Suara

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Hukum
Reading Time: 8 mins read
458 19
A A
0
Polisi Dalami Laporan Santriwati di Sleman, Dugaan Kekerasan Seksual Disebut Terjadi Dua Kali

Polisi Dalami Laporan Santriwati di Sleman, Dugaan Kekerasan Seksual Disebut Terjadi Dua Kali

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Santriwati berinisial FN melaporkan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman.
  • Dugaan peristiwa disebut terjadi dua kali pada akhir Desember 2025 dan Januari 2026.
  • Laporan tercatat di Polresta Sleman dengan nomor STTLP/B/657/IX/2026/SPKT/POLRESTA SLEMAN/POLDA D.I. YOGYAKARTA.
  • Kuasa hukum menyebut FN saat ini tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar delapan bulan.
  • Kuasa hukum mendesak polisi segera memeriksa terlapor, saksi, serta mengamankan seluruh alat bukti yang relevan.
  • Dugaan relasi kuasa di lingkungan pesantren turut diminta untuk didalami dalam proses pemeriksaan.
  • Polresta Sleman membenarkan laporan dugaan kekerasan seksual masuk pada 7 September 2026.
  • Polisi menyatakan perkara masih dalam proses pendalaman dan terlapor masih berstatus dalam penyelidikan.

Headline.co.id, Sleman ~ Seorang santriwati berinisial FN melaporkan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman, berinisial NH alias Gus Nurul ke Polresta Sleman. Dugaan peristiwa tersebut disebut terjadi dua kali pada akhir Desember 2025 dan Januari 2026 di lingkungan pondok pesantren tersebut. Laporan resmi diterima polisi pada 7 September 2026 dan saat ini masih dalam proses pendalaman. Kuasa hukum korban menyebut FN kini sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar delapan bulan.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka
    • 1.2. Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM
  • 2. Kuasa Hukum Minta Terlapor dan Saksi Diperiksa
  • 3. Relasi Kuasa di Pesantren Diminta Ikut Didalami
  • 4. Informasi Dugaan Pengakuan Diminta Diuji Penyidik
  • 5. Polisi Masih Melakukan Pendalaman

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/657/IX/2026/SPKT/POLRESTA SLEMAN/POLDA D.I. YOGYAKARTA.

You might also like

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

6 November 2026

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual tersebut. Namun, kepolisian belum dapat mengungkap lebih jauh mengenai materi perkara karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Benar, ada laporan yang masuk ke Polresta Sleman terkait dugaan kekerasan seksual pada 7 September 2026. Saat ini masih dalam proses pendalaman dan terlapor masih dalam lidik,” kata Iptu Argo Anggoro saat dikonfirmasi Headline.co.id.

“Untuk detail perkara belum bisa kami sampaikan,” lanjutnya.

Kuasa hukum FN, Gusti Rian Saputra, S.H., M.H., mengatakan laporan kepada kepolisian merupakan langkah hukum untuk memperoleh perlindungan dan kepastian bagi korban.

Menurut dia, kondisi FN yang disebut telah memasuki usia kehamilan sekitar delapan bulan membuat penanganan perkara tersebut perlu mendapatkan perhatian serius.

“Korban saat ini sudah hamil delapan bulan. Ini bukan perkara yang bisa dibiarkan berlarut-larut. Ada seorang perempuan yang sampai hari ini harus menjalani kehamilan yang menurut keterangannya merupakan konsekuensi dari dugaan kekerasan seksual yang telah dilaporkannya,” ujar Gusti Rian.

“Karena itu, kami mendesak Polres Sleman untuk segera melakukan langkah hukum secara konkret dan terukur. Jangan sampai korban sudah menghadapi dampak yang begitu berat, tetapi proses hukumnya justru berjalan tanpa kepastian,” lanjutnya.

Kuasa Hukum Minta Terlapor dan Saksi Diperiksa

Gusti Rian meminta penyidik melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan laporan tersebut, mulai dari korban, terlapor hingga saksi-saksi. Ia juga meminta seluruh alat bukti yang berkaitan dengan perkara diamankan dan diuji melalui proses hukum.

“Kami mendesak Polres Sleman segera memeriksa Nurul Huda alias Gus Nurul. Apabila dari hasil pemeriksaan telah terdapat bukti permulaan yang cukup dan terpenuhi ketentuan hukum untuk menetapkannya sebagai tersangka, maka kami meminta penyidik segera menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan mengambil tindakan penangkapan apabila syarat hukumnya terpenuhi,” katanya.

Gusti menekankan bahwa langkah tersebut tetap harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik dan ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada kuasa hukumnya, dugaan peristiwa itu disebut disertai sejumlah bentuk pemaksaan. Di antaranya penguncian pintu, penghalangan korban untuk meninggalkan lokasi, penarikan tangan, pencekikan, penutupan mulut, pendorongan ke tempat tidur hingga hubungan seksual tanpa persetujuan korban.

Seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari laporan dan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian.

“Kalau rangkaian peristiwa sebagaimana diterangkan korban tersebut benar, maka konstruksi perkaranya harus dilihat secara utuh. Ini bukan semata-mata persoalan apakah pernah terjadi hubungan seksual, tetapi bagaimana hubungan seksual itu terjadi. Apakah ada persetujuan yang bebas, atau justru ada kekerasan, ancaman, tekanan dan ketidakberdayaan korban?” kata Gusti Rian.

Relasi Kuasa di Pesantren Diminta Ikut Didalami

Selain dugaan tindakan kekerasan, kuasa hukum meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya relasi kuasa antara korban dengan terlapor di lingkungan pesantren.

Menurut Gusti, kedudukan seseorang yang mempunyai otoritas terhadap santri dapat menciptakan ketimpangan posisi sehingga perlu menjadi salah satu aspek yang diperiksa dalam mengungkap perkara.

“Hukum tidak boleh berhenti pada pertanyaan apakah korban berada di dalam satu ruangan dengan terlapor atau apakah pernah terjadi hubungan seksual. Hukum harus menjawab pertanyaan yang lebih substantif: apakah korban memberikan persetujuan secara bebas dan sadar? Jika tidak, apa yang menyebabkan korban tidak mampu menolak atau melarikan diri? Di situlah penyidik harus bekerja,” ujarnya.

Ia juga meminta keterlambatan korban menceritakan dugaan peristiwa tersebut tidak langsung digunakan untuk menyimpulkan kebenaran ataupun ketidakbenaran laporan.

Menurut dia, penyidik perlu memeriksa berbagai faktor yang mungkin menyebabkan korban membutuhkan waktu untuk menyampaikan peristiwa yang dialaminya, termasuk dugaan ketakutan, tekanan psikologis, rasa malu maupun kondisi lingkungan tempat korban berada.

“Jangan membalik keadaan dengan menyalahkan korban karena terlambat bercerita. Kita harus bertanya mengapa korban diam. Apakah karena tidak terjadi apa-apa, atau justru karena korban berada dalam ketakutan dan tekanan? Itu yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan dijadikan asumsi untuk menyudutkan korban,” ujarnya.

Informasi Dugaan Pengakuan Diminta Diuji Penyidik

Kuasa hukum juga menyebut menerima informasi dari pihak pesantren mengenai dugaan adanya pengakuan dari NH terkait hubungan seksual dalam keadaan paksaan.

Namun, informasi tersebut belum merupakan fakta hukum yang telah dibuktikan. Gusti meminta kepolisian mengklarifikasi informasi tersebut secara langsung kepada pihak-pihak terkait serta mengujinya bersama alat bukti lain.

“Kalau benar ada pengakuan dari terlapor bahwa hubungan seksual tersebut terjadi secara paksa, maka itu bukan informasi yang boleh diabaikan. Kami meminta penyidik memanggil, memeriksa, dan mengonfrontasikan seluruh informasi tersebut dengan alat bukti lainnya,” katanya.

“Kami tidak meminta polisi mempercayai satu pihak secara membabi buta. Kami meminta polisi menguji seluruh fakta secara objektif,” tambah Gusti.

Selain itu, menurut keterangan yang disampaikan kuasa hukum, setelah korban mengetahui dirinya hamil, NH diduga menyarankan korban mengonsumsi nanas dan jamu untuk mempercepat menstruasi. Terlapor juga disebut meminta korban menggugurkan kandungan agar keluarga tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Gusti meminta informasi tersebut ikut diperiksa untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara keseluruhan.

“Perkara ini memiliki rangkaian peristiwa yang panjang dan dampaknya nyata. Korban sekarang berada pada usia kehamilan delapan bulan. Karena itu, kami meminta penyidik tidak melihat perkara ini secara parsial, tetapi membangun konstruksi peristiwa secara utuh sejak kejadian pertama, kejadian kedua, adanya dugaan ancaman, sampai dengan kondisi korban setelah mengetahui dirinya hamil,” paparnya.

Polisi Masih Melakukan Pendalaman

Gusti menegaskan pihaknya menghormati kewenangan penyidik dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap terlapor. Menurutnya, penentuan status hukum seseorang harus dilakukan berdasarkan alat bukti dan prosedur yang berlaku.

“Praduga tak bersalah bukan berarti penyidik boleh tidak bertindak. Seseorang memang tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Tetapi ketika ada laporan pidana, tugas penyidik adalah segera mencari dan menguji kebenaran materiil melalui mekanisme hukum,” kata Gusti.

Ia berharap seluruh pihak yang mengetahui perkara tersebut dapat diperiksa sehingga polisi memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa yang dilaporkan.

“Kami mendesak Polres Sleman segera memproses laporan ini. Periksa terlapor, periksa saksi, amankan alat bukti, lakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang mengetahui perkara ini, dan apabila bukti permulaan yang cukup telah terpenuhi, segera tetapkan NH sebagai tersangka dan lakukan penangkapan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, hingga keterangan ini disampaikan, Polresta Sleman menyatakan perkara masih dalam tahap pendalaman dan terlapor masih berstatus dalam penyelidikan. Polisi belum menyampaikan detail mengenai hasil pemeriksaan maupun perkembangan lebih lanjut perkara tersebut.

Dengan demikian, seluruh dugaan yang disampaikan dalam laporan masih harus diuji melalui proses hukum. Terlapor tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita SlemanPolresta SlemanPondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

by Hendrawan
7 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Satreskrim Polresta Yogyakarta telah mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam saat kericuhan aksi unjuk rasa...

Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) meningkatkan penanganan hukum terhadap sejumlah dugaan tindak pidana yang terjadi dalam...

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Pelaku Ditangkap Polisi

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian Sektor (Polsek) Banguntapan, Polres Bantul, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor Honda Scoopy...

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Sebuah mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI diduga menjadi sasaran pelemparan oleh pengendara sepeda motor saat...

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

by Hendrawan
5 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban pelecehan seksual...

Razia Miras di Bantul, Polisi Temukan Puluhan Galon Fermentasi Nanas dan Alat Produksi

Polisi Temukan 20 Galon Fermentasi Nanas di Kasihan Bantul, Dugaan Produksi Miras Ilegal Diselidiki

by Hendrawan
3 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian menyelidiki dugaan aktivitas produksi minuman keras (miras) ilegal setelah menemukan 20 galon berisi cairan fermentasi nanas...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

4 June 2026
Pieter Huistra, Jalani Kompetisi Bertahap, Laga demi Laga

Pieter Huistra Fokus Laga demi Laga Bersama PSS Sleman

6 October 2026
Syarat Pendaftaran Merek

Mau daftar Merek? Ini Syarat, ketentuan hingga Kesalahan yang kamu wajib tau

25 April 2025

Update Perkembangan Kasus Positif Corona WNI di Luar Negeri Kamis 30 April 2020: Menjadi 215 Sembuh, 32 Meninggal

30 April 2020

JPPI Ungkap Program Makan Siang Gratis Diduga Bermotif Pencitraan Politik

7 August 2024
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

5 July 2026
: Personel Polri saat apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya/ (Dok. Divhumas Polri)

Polri Siapkan Pengamanan Berlapis FIFA ASEAN Cup 2026

23 September 2026

Artikel Terbaru

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Dukung Perjuangan Persib Lawan Java United Lewat Nobar Biru

Nobar Biru PERSIB Digelar Jelang Lawan Java United

7 November 2026
Siaran Pers: Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi melalui “Nusantara Luxury Exchange”

Kemenpar Bidik Wisatawan Affluent Lewat Nusantara Luxury Exchange

7 November 2026
Gorontalo Siapkan Arah Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

Gorontalo Susun Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

7 November 2026
BGN Tidak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Biaya Operasional Dibatasi Rp3.000 per Penerima Manfaat

BGN Tak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Pagu Rp3.000

7 November 2026
PSS Siap Hadapi Bhayangkara FC

PSS Sleman Siap Hadapi Bhayangkara FC di Maguwoharjo

7 November 2026
Dua Remaja Kecelakaan N-Max di Jalan Padjajaran Sleman, Satu Korban Patah Kaki

N-Max Diduga Lawan Arus hingga Tabrak Pembatas Jalan di Sleman, Polisi Selidiki Potensi Tilang

7 November 2026

Popular Story

25.158 KK Telah Mendaftar Perlinsos di Koto Tangah, Warga Diimbau Segera Memanfaatkan Perpanjangan Waktu
Nasional

Pendaftaran Perlinsos Koto Tangah Capai 25.158 KK

by Aditya
2 November 2026
0

Headline.co.id, Padang ~ Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mencatat 25.158 kepala keluarga...

Read moreDetails

287.300 NIK Penerima Manfaat Zakat Masuk Simzat

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

Teknologi Digital Budidaya Kerapu Lamongan Hemat Pakan 20 Persen

Persib Menang di Australia, Menalo: Kami Kejutkan Mereka

Jaringan Telekomunikasi Jadi Kunci Percepatan AI di Indonesia

BKN Dorong Banggai Kepulauan Perkuat Layanan dan Potensi Ekonomi

Kebakaran TPA Degayu Ditangani dengan Alat Injeksi Khusus

KPK Perkuat APIP untuk Cegah Korupsi dari Perencanaan

Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Jadi Acuan Kemenhub

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.