Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama memulai Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada angkatan pertama ini, sebanyak 1.000 guru PAI berpartisipasi dalam program yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.
Program ini menargetkan guru PAI yang berada di wilayah DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Barat. Selama satu bulan penuh, para peserta akan mengikuti pembinaan intensif menggunakan platform Learning Management System (LMS) CintaQu. Sistem pembelajaran digital ini dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas program.
Metode pembelajaran yang diterapkan bersifat hibrida. Setiap Sabtu, peserta akan mengikuti sesi review secara daring dengan pelatih profesional. Setelah itu, mereka akan menjalani ujian akhir secara luring. Ujian ini berlangsung sekitar lima menit per peserta dan dinilai oleh dua penguji di lokasi terdekat dari domisili masing-masing.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan pentingnya program ini untuk memastikan bahwa guru PAI tidak buta huruf Al-Qur’an. “Kemampuan membaca Al-Qur’an adalah rukun paling mendasar dari profesi guru PAI, karena Al-Qur’an merupakan sumber utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” ujarnya saat membuka pelatihan di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Amien Suyitno juga mengingatkan para guru untuk memanfaatkan program ini dengan maksimal. “Meskipun program ini dilaksanakan secara digital dan daring, jangan sampai mengurangi kualitas proses yang ada. Program ini juga akan diintegrasikan dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB),” tambahnya.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ke-4 yang menekankan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta Asta Protas Menteri Agama terkait Pendidikan Unggul. Direktur PAI, M. Munir, menyatakan bahwa enam provinsi yang terlibat dalam program ini merupakan pilot project. Ia berharap ke depan semua provinsi dapat berpartisipasi dalam program Tartil Al-Qur’an ini.
“Saya juga meminta kepada Kasubdit untuk terus memantau perkembangan program ini, agar ada laporan yang berkesinambungan, untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program Tartil Al-Qur’an yang diselenggarakan secara daring,” jelas M. Munir.
Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui akun Instagram Direktorat PAI atau melalui kanal YouTube Direktorat PAI Kemenag. (Salma Salsabila)
















