Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Mengganggu Penerbangan? Penjelasan 53 SIGMET, NOTAM, dan Pemantauan Selat Sunda

Lia by Lia
2 hours ago
in Nasional
Reading Time: 6 mins read
401 22
A A
0
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik ke atmosfer dan berdampak pada aktivitas penerbangan

Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik ke atmosfer dan berdampak pada aktivitas penerbangan. BMKG mencatat sekitar 53 SIGMET telah diterbitkan dan sejumlah bandara melakukan penyesuaian operasional pada 6 September 2026.

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Update Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau memperlihatkan debu vulkanik mencapai ketinggian 15.000 kaki dan 50.000 kaki.
  • Sekitar 53 SIGMET diterbitkan BMKG hingga pembaruan 6 September 2026 pukul 19.00 WIB.
  • SIGMET berfungsi menyampaikan informasi meteorologi signifikan untuk keselamatan navigasi udara.
  • NOTAM digunakan untuk menyampaikan perubahan operasional dan potensi bahaya kepada pemangku kepentingan penerbangan.
  • Penutupan sementara bandara dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan keselamatan sebagai prioritas.
  • Pemantauan 20 tsunami gauge hingga pukul 07.00 WIB sebelumnya tidak menunjukkan anomali muka air laut.
  • BMKG menjalankan pemantauan multi-instrumen selama 24 jam dan berkoordinasi dengan PVMBG-Badan Geologi.

Headline.co.id, Jakarta ~ Erupsi Anak Krakatau tidak hanya menimbulkan perhatian terhadap wilayah di sekitar Selat Sunda, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan penerbangan karena debu vulkanik terpantau berada pada lapisan udara hingga puluhan ribu kaki. Dalam Update Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026 pukul 19.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster utama debu vulkanik dan menyebut sekitar 53 SIGMET telah diterbitkan. Sejumlah bandar udara juga menjalani penyesuaian operasional melalui mekanisme keselamatan penerbangan yang melibatkan BMKG, AirNav Indonesia, Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, dan instansi terkait. Sementara itu, pemantauan kondisi laut di Selat Sunda terus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan perubahan yang berkaitan dengan aktivitas erupsi.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
  • 2. Apa yang Terjadi dalam Erupsi Anak Krakatau?
    • 2.1. Pemda Diberi Wewenang Tentukan Metode Pembelajaran Pasca Erupsi Anak Krakatau
    • 2.2. Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Wilayah Dompu, NTB
  • 3. Mengapa Debu Vulkanik Berdampak pada Penerbangan?
  • 4. Apa Fungsi SIGMET dan Mengapa Jumlahnya Terus Bertambah?
  • 5. Bagaimana Penutupan Bandara Diputuskan?
  • 6. Apa Hasil Pemantauan Kondisi Laut Selat Sunda?
  • 7. Mengapa Pemantauan Dilakukan Selama 24 Jam?

Apa yang Terjadi dalam Erupsi Anak Krakatau?

Pembaruan BMKG pukul 19.00 WIB menunjukkan dua klaster debu vulkanik dengan karakteristik berbeda. Klaster pertama teridentifikasi hingga ketinggian 15.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut hingga barat laut. Klaster kedua mencapai ketinggian 50.000 kaki dengan pergerakan dari barat daya hingga barat laut.

You might also like

: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Kanan atas)dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaserupsi Gunung Anak Krakatau secara daring. (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid/Youtube Bakom RI)

Pemda Diberi Wewenang Tentukan Metode Pembelajaran Pasca Erupsi Anak Krakatau

6 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,9 Guncang Dompu, NTB

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Wilayah Dompu, NTB

6 September 2026

Data tersebut merupakan perkembangan dari analisis pada Minggu pukul 08.00 WIB. Dalam pemantauan sebelumnya, BMKG mengidentifikasi sebaran abu yang melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Pada saat itu, abu pada lapisan hingga 20.000 kaki dilaporkan bergerak ke arah timur laut hingga selatan, sedangkan abu pada lapisan hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Perubahan ketinggian dan arah sebaran menunjukkan bahwa kondisi debu vulkanik bersifat dinamis. Karena itu, informasi yang digunakan untuk keputusan operasional penerbangan perlu terus diperbarui mengikuti hasil pemantauan terbaru.

Mengapa Debu Vulkanik Berdampak pada Penerbangan?

Dalam konteks keselamatan penerbangan, keberadaan debu vulkanik di ruang udara perlu diinformasikan secara cepat kepada seluruh pemangku kepentingan. BMKG menggunakan citra satelit Himawari-9 untuk memantau lokasi, arah, serta ketinggian sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Data tersebut kemudian menjadi bagian dari informasi meteorologi penerbangan yang digunakan untuk mengantisipasi wilayah udara terdampak. Berdasarkan pembaruan pukul 19.00 WIB, sekitar 53 SIGMET telah diterbitkan dan sejumlah bandar udara melakukan penyesuaian operasional.

Dalam data pendukung sebelumnya, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta Tangerang bergerak cepat menerbitkan SIGMET pertama setelah erupsi awal pada 4 September 2026 pukul 23.23 WIB. ‘Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,’ kata Andri pada Minggu.

Apa Fungsi SIGMET dan Mengapa Jumlahnya Terus Bertambah?

SIGMET atau Significant Meteorological Information merupakan peringatan dini mengenai kondisi meteorologi signifikan yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan bagi pelaku penerbangan dalam menyesuaikan operasi berdasarkan kondisi atmosfer.

Jumlah SIGMET dapat berkembang seiring perubahan kondisi yang dipantau. Data pendukung pada Minggu sebelumnya menyebut BMKG telah menerbitkan 18 SIGMET secara berkala. Dalam update terbaru pukul 19.00 WIB, jumlah yang disebut telah mencapai sekitar 53 SIGMET.

Peningkatan jumlah tersebut menunjukkan adanya pembaruan informasi yang terus dilakukan untuk mengikuti dinamika sebaran debu vulkanik. Karena arah dan ketinggian abu dapat berubah, informasi penerbangan juga perlu diperbarui agar keputusan operasional didasarkan pada kondisi terkini.

Bagaimana Penutupan Bandara Diputuskan?

Selain SIGMET, dunia penerbangan menggunakan NOTAM atau Notice to Airmen sebagai pemberitahuan resmi mengenai kondisi operasional atau potensi bahaya penerbangan. Dalam data pendukung BMKG, NOTAM diterbitkan oleh Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia untuk menyampaikan perubahan operasional secara cepat kepada pemangku kepentingan.

Penutupan sementara bandar udara akibat sebaran debu vulkanik dijelaskan sebagai keputusan yang dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Otoritas Bandar Udara berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara yang mencakup UPBU dan InJourney, otoritas setempat, serta TNI.

Dalam pembaruan operasional pada 6 September 2026 pukul 18.35 WIB, Bandar Udara Soekarno-Hatta tercatat memiliki periode penutupan pukul 02.08 hingga 23.59 WIB. Halim Perdanakusuma pukul 07.20 hingga 23.59 WIB, Radin Inten II pukul 04.18 hingga 23.59 WIB, dan Husein Sastranegara pukul 12.07 hingga 23.59 WIB.

Bandar Udara Budiarto Curug tercatat memiliki periode penutupan pukul 06.48 hingga 23.59 WIB, Pondok Cabe pukul 10.05 hingga 23.59 WIB, dan Taufik Kiemas pukul 11.30 hingga 23.59 WIB. Sementara itu, Atung Bungsu tercatat memiliki periode penutupan pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.

Kondisi tersebut dapat berubah karena penyesuaian operasional mengikuti perkembangan abu vulkanik dan informasi keselamatan penerbangan. Dengan demikian, status bandar udara pada satu waktu tidak otomatis berlaku untuk periode berikutnya tanpa pembaruan resmi.

Apa Hasil Pemantauan Kondisi Laut Selat Sunda?

Dampak Erupsi Anak Krakatau juga dipantau dari sisi geofisika dan kondisi laut. Dalam data pendukung sebelumnya, BMKG menggunakan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda. Hingga pukul 07.00 WIB pada 6 September 2026, sensor tersebut tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.

Analisis High-Frequency Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung pada saat itu mencatat probabilitas tsunami berada di tingkat rendah atau di bawah 40 persen. Tinggi gelombang laut terpantau berada di kisaran satu meter.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan juga menyampaikan adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. ‘BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intesitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,’ ujarnya.

Data mengenai kondisi laut tersebut merupakan hasil pemantauan pada waktu yang disebutkan dalam rilis sebelumnya. Karena aktivitas Erupsi Anak Krakatau dapat berkembang, pemantauan tetap dilanjutkan untuk memperoleh pembaruan berikutnya.

Mengapa Pemantauan Dilakukan Selama 24 Jam?

BMKG mengintensifkan pemantauan selama 24 jam menggunakan pendekatan multi-instrumen. Pemantauan mencakup perkembangan aktivitas erupsi dan pengaruhnya terhadap atmosfer, ruang udara penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Pendekatan tersebut disinergikan dengan analisis PVMBG-Badan Geologi. Tujuannya adalah menyediakan data secara cepat dan akurat untuk mendukung koordinasi antarinstansi serta membantu pengambilan keputusan berkaitan dengan keselamatan penerbangan dan masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat, terutama yang tinggal atau beraktivitas di pesisir Selat Sunda, BMKG mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan dengan tetap tenang. Informasi yang beredar juga perlu disaring agar masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.

Update Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau perlu terus diikuti melalui BMKG, Badan Geologi atau PVMBG, serta instansi pemerintah berwenang karena sebaran debu, status operasional penerbangan, dan hasil pemantauan wilayah pesisir dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas gunung api.

Tags: BandaraBMKGDebu VulkanikErupsi Anak KrakatauGunung Anak KrakatauNOTAMSelat SundaSIGMET

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Lia

Lia

Related Stories

: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Kanan atas)dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaserupsi Gunung Anak Krakatau secara daring. (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid/Youtube Bakom RI)

Pemda Diberi Wewenang Tentukan Metode Pembelajaran Pasca Erupsi Anak Krakatau

by wahyu
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah daerah kini memiliki kewenangan penuh untuk menentukan metode pembelajaran di sekolah-sekolah setelah erupsi Gunung Anak Krakatau....

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,9 Guncang Dompu, NTB

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Wilayah Dompu, NTB

by Aditya
6 September 2026
0

Headline.co.id, Dompu ~ Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 6 September 2026....

Tangani Karhutla Gambut 80 Hektare, Polda Sumsel Terapkan Metode Spiral dan Scanning

Polda Sumsel Gunakan Metode Spiral dan Scanning untuk Atasi Karhutla Gambut 80 Hektare

by wahyu
6 September 2026
0

Headline.co.id, Muara Enim ~ Polda Sumatera Selatan terus meningkatkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di area bergambut....

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten, Pusat di Barat Daya

by wahyu
6 September 2026
0

Headline.co.id, Dompu ~ Gempa bumi dengan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Sumur, Banten, pada Minggu, 6 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten, Tanpa Potensi Tsunami

by masfajar
6 September 2026
0

Headline.co.id, Bangunan ~ Gempa bumi dengan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Sumur, Banten, pada Minggu, 6 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Aksinya Piting Pemobil di Jaksel Viral, Pria Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Pria Pemiting Pengemudi di Jagakarsa Ditangkap Polisi

by Wawan
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ 6 September 2026 - Aksi kekerasan yang melibatkan seorang pengemudi mobil di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Iran

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Iran

11 July 2026
Twibbon 17 Agustus 2026 HUT RI ke-81, Simak Pilihan Desain dan Cara Menggunakannya

Twibbon HUT ke-81 RI Ramai Disiapkan, Ini Fungsinya di 17 Agustus

17 August 2026
: Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menggelar kegiatan perhitungan Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan sosialisasi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2026, di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, Senin (24/8/2026). - Foto: Mc.Kapuas

Kapuas Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana dengan Pelatihan Terpadu

24 August 2026
Pria 33 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Panjatan Kulon Progo

Pria 33 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Panjatan Kulon Progo, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

9 October 2025
Pemkab Kayong Utara Luncurkan Program ASNku Berdialog untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur

Pemkab Kayong Utara Luncurkan Program ASNku Berdialog untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur

15 January 2026
Kendala Adaptasi Yance dan Yacob Hambat Malut United Berjaya

Adaptasi Yance dan Yacob Masih Terkendala di Malut United

17 August 2024
Pemerintah Siapkan Rumah Susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Pemerintah Siapkan Rumah Susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

2 April 2026

Artikel Terbaru

: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Kanan atas)dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaserupsi Gunung Anak Krakatau secara daring. (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid/Youtube Bakom RI)

Pemda Diberi Wewenang Tentukan Metode Pembelajaran Pasca Erupsi Anak Krakatau

6 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,9 Guncang Dompu, NTB

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Wilayah Dompu, NTB

6 September 2026
Tangani Karhutla Gambut 80 Hektare, Polda Sumsel Terapkan Metode Spiral dan Scanning

Polda Sumsel Gunakan Metode Spiral dan Scanning untuk Atasi Karhutla Gambut 80 Hektare

6 September 2026
Siaran Pers: Kemenpar Bukukan Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar Lewat Sales Mission Pune 2026 di India

Kemenpar Raih Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Sales Mission Pune 2026

6 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten, Pusat di Barat Daya

6 September 2026
Cegah Kecelakaan, PJR BORR-Bocimi Ingatkan Pengemudi soal Bahaya Berhenti di Bahu Jalan

PJR BORR-Bocimi Tegaskan Bahaya Berhenti di Bahu Jalan Tol Bocimi

6 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Sumur, Banten, Tanpa Potensi Tsunami

6 September 2026

Popular Story

: Merespons aduan bau pakan ikan warga Tegaltirto, Pemerintah Kapanewon Berbah menetapkan empat langkah pembenahan tata kelola produksi tanpa menghentikan aktivitas ekonomi budidaya perikanan masyarakat, Kamis (3/9/2026).
Pemerintah

Kapanewon Berbah Laporkan Pembenahan Bau Pakan Ikan ke Pemkab Sleman

by Aditya
4 September 2026
0

Headline.co.id, Kapanewon Berbah Di Kabupaten Sleman ~ Yogyakarta, telah mengambil langkah konkret...

Read moreDetails

Mengapa Rizky Ridho Maju ke Tengah? Membaca Taktik Shin Tae-yong saat Persija Kalahkan Borneo

BMKG Catat Intensitas Gempa Cianjur M4,3, Ini Wilayah yang Merasakan

Polda Kalsel Gelar Road Safety Week 2026 untuk Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Polisi Tangkap 47 Pelaku Kejahatan Jalanan di Makassar, Termasuk Anak di Bawah Umur

Polantas KARIB: Strategi Korlantas Polri Membangun Hubungan Humanis dengan Masyarakat

Harpelnas 2026 Dorong Perusahaan Layani Pelanggan Secara End-to-End

Santri Keracunan MBG Sidoarjo: 320 Pasien Pulang, 65 Dirawat, 115 Masih Observasi

Polda Sumut Aktifkan Tim Dokkes untuk Bantu Korban Erupsi Sinabung

Kebakaran Hutan di Riau Kembali Berkobar Setelah Sempat Padam

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.