Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Mengapa Singapura Terdampak Karhutla Indonesia? Ini Penyebab Asap, PSI Tidak Sehat hingga Risiko Gambut

Hendrawan by Hendrawan
35 minutes ago
in Berita
Reading Time: 7 mins read
397 26
A A
0
Singapura Diselimuti Asap Karhutla Indonesia, PSI Tembus Kategori Tidak Sehat

Singapura Diselimuti Asap Karhutla Indonesia, PSI Tembus Kategori Tidak Sehat (ilustrasi gambar)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Singapura terdampak kabut asap lintas batas ketika asap karhutla Indonesia dari Sumatera dan Kalimantan terbawa angin.
  • PSI 24 jam wilayah tengah Singapura mencapai 103 dan masuk kategori tidak sehat pada 5 September 2026.
  • El Nino menciptakan kondisi lebih kering, tetapi para ahli menegaskan kebakaran tetap membutuhkan sumber api.
  • Lebih dari 210.000 hotspot terdeteksi di kawasan gambut Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus.
  • CAMS mencatat lebih dari 23 juta metrik ton emisi karbon dilepaskan pada 28 Agustus hingga 3 September.
  • PSI 24 jam dan PM2,5 per jam memiliki fungsi berbeda dalam menggambarkan kualitas udara.
  • Dampak kabut asap juga dirasakan Malaysia dan Filipina serta mengganggu kesehatan dan kegiatan pendidikan.

Headline.co.id, Jakarta ~ Singapura kembali terdampak kabut asap lintas batas ketika kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Indonesia terus terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Pada Sabtu, 5 September 2026, Indeks Standar Polutan atau PSI 24 jam di sejumlah kawasan Singapura masuk kategori tidak sehat, sementara gumpalan asap sedang hingga pekat terpantau bergerak dari wilayah Indonesia mengikuti arah angin. Kondisi itu menunjukkan bagaimana kombinasi kebakaran, cuaca kering, lahan gambut, dan pergerakan atmosfer dapat membuat dampak karhutla meluas melampaui wilayah Indonesia.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Dentuman dan Getaran di Jawa Barat
    • 1.2. Abu Vulkanik Anak Krakatau Melanda Jakarta, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
  • 2. Apa yang Terjadi pada Kualitas Udara Singapura?
  • 3. Dari Mana Asap yang Mencapai Singapura Berasal?
  • 4. Apa Peran El Nino dalam Karhutla Indonesia?
  • 5. Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan?
  • 6. Seberapa Besar Emisi Karhutla Indonesia?
  • 7. Apa Perbedaan PSI 24 Jam dan PM2,5 Per Jam?
  • 8. Dampak Karhutla Meluas ke Asia Tenggara

Data yang tersedia memperlihatkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kualitas udara Singapura. Karhutla Indonesia telah menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar, memengaruhi kesehatan jutaan orang, mengganggu kegiatan sekolah, serta berdampak hingga Malaysia dan Filipina.

You might also like

: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Badan Geologi Kementerian ESDM)

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

6 September 2026
: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Pemprov DKI Jakarta)

Abu Vulkanik Anak Krakatau Melanda Jakarta, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

6 September 2026

Apa yang Terjadi pada Kualitas Udara Singapura?

NEA Singapura mencatat PSI 24 jam wilayah tengah mencapai 103 pada pukul 19.00, Sabtu. Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat karena rentang PSI 101 hingga 200 diklasifikasikan sebagai tidak sehat.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Pada pukul 06.00, wilayah barat dan timur juga sempat berada pada kategori yang sama. PSI di wilayah barat tercatat 103 dan wilayah timur 102. Pada malam hari, angka tersebut turun menjadi 91 di barat dan 83 di timur.

Wilayah utara memiliki PSI 78 dan wilayah selatan 79, sehingga keduanya masih berada dalam kategori sedang. PSI 24 jam telah masuk kategori tidak sehat sejak Jumat pagi. Level di atas 100 tersebut merupakan yang pertama tercatat sejak 8 Oktober 2023.

NEA kemudian mulai menerbitkan peringatan kabut asap harian yang memuat prakiraan PSI 24 jam. Informasi itu digunakan untuk membantu masyarakat merencanakan aktivitas pada hari berikutnya.

Dari Mana Asap yang Mencapai Singapura Berasal?

Gumpalan asap sedang hingga pekat terpantau di bagian selatan dan tengah Sumatera serta sejumlah wilayah Kalimantan. Sebagian besar kawasan sekitarnya juga berada dalam kondisi kering pada Sabtu.

Asap kemudian bergerak mengikuti arah angin menuju Singapura. NEA memperkirakan angin dominan dalam beberapa hari berikutnya berasal dari tenggara atau selatan. Kondisi kering juga diperkirakan masih bertahan di Singapura dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, selama titik kebakaran di Indonesia masih menghasilkan asap dan pola angin tetap mendukung pergerakannya, Singapura berpotensi terus mengalami kabut asap lintas batas. NEA memperkirakan PSI 24 jam dapat berada pada ujung atas kategori sedang hingga ujung bawah kategori tidak sehat.

Apa Peran El Nino dalam Karhutla Indonesia?

Fenomena El Nino dinilai ikut menciptakan kondisi lebih kering di Indonesia dan mempercepat penyebaran api. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan El Nino tahun ini berpotensi menjadi yang terkuat dalam empat dekade terakhir.

Meski demikian, El Nino tidak secara langsung menghasilkan sumber api. Pendiri Nusantara Atlas, David Gaveau, menekankan bahwa kondisi cuaca dan aktivitas manusia perlu dibedakan ketika menjelaskan penyebab kebakaran.

“El Nino tidak menyulut api. Fenomena ini menciptakan kondisi kering yang memungkinkan api akibat ulah manusia meluas dan menjadi sangat besar,” ujar Gaveau.

Praktik pembersihan lahan dengan cara membakar disebut turut memperparah kerusakan. Ketika kondisi lingkungan sudah kering, api yang berasal dari aktivitas manusia lebih mudah menyebar ke area yang lebih luas.

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan?

Salah satu faktor yang memperberat penanganan karhutla Indonesia adalah keberadaan lahan gambut. Gambut merupakan ekosistem lahan basah dengan lapisan bahan organik parsial yang dapat menjadi sangat mudah terbakar ketika mengering.

Pantau Gambut mencatat lebih dari 210.000 titik panas di kawasan gambut di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi risiko kebakaran pada ekosistem yang sensitif terhadap pengeringan.

Juru bicara Pantau Gambut, Wahyu Perdana, menjelaskan karakter dasar gambut. “Gambut adalah ekosistem yang secara alami basah dan menyimpan bahan organik dalam jumlah besar. Ketika lahan gambut dikeringkan, bahan organik ini berubah menjadi bahan bakar,” ungkap Wahyu.

Kondisi itulah yang membuat karhutla di kawasan gambut menghadirkan tantangan serius. Ketika bahan organik menjadi kering, material tersebut dapat mempertahankan proses pembakaran dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Seberapa Besar Emisi Karhutla Indonesia?

Data Fire Emission Watch milik CAMS menunjukkan karhutla Indonesia melepaskan lebih dari 23 juta metrik ton emisi karbon pada periode 28 Agustus hingga 3 September.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015 ketika emisi karbon tercatat 20,7 juta metrik ton. Ilmuwan senior CAMS, Mark Parrington, menyatakan kenaikan emisi telah terlihat sejak akhir Juli.

“Kami melihat emisi kebakaran yang sangat ekstrem sebanding dengan tahun-tahun El Nino kuat sebelumnya, termasuk cakupan asap, kabut asap, dan dampaknya terhadap kualitas udara,” kata Parrington.

Pada akhir Agustus, tingkat emisi telah mencapai kondisi sebanding dengan tahun-tahun El Nino kuat seperti 2015 dan 2019. Sementara itu, estimasi independen Nusantara Atlas menyebut luas area terbakar di Indonesia sudah hampir mencapai 300.000 hektar.

Apa Perbedaan PSI 24 Jam dan PM2,5 Per Jam?

PSI 24 jam merupakan indikator kualitas udara harian yang digunakan Singapura dan menjadi dasar peringatan kesehatan dari NEA. Nilainya dihitung berdasarkan enam polutan, yaitu PM2,5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

PSI 24 jam menggambarkan rata-rata kondisi selama 24 jam terakhir. Nilai 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Berbeda dengan PSI 24 jam, pembacaan PM2,5 per jam menggambarkan rata-rata konsentrasi partikel PM2,5 selama satu jam. Dengan demikian, indikator tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi udara pada waktu yang lebih spesifik.

PM2,5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel ini menjadi polutan utama dalam peristiwa kabut asap dan menjadi perhatian karena berkaitan dengan risiko kesehatan.

Dampak Karhutla Meluas ke Asia Tenggara

Dampak karhutla Indonesia telah dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan lebih dari lima juta jiwa di Kalimantan dan Sumatera terpapar langsung risiko kesehatan akibat kabut asap.

Gangguan juga terjadi pada sektor pendidikan. Lebih dari 1,4 juta siswa harus mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah sekolah ditutup akibat kondisi udara.

Di Malaysia, lonjakan polusi mendorong penetapan status darurat di wilayah Sarawak dan hampir 650 sekolah dijadwalkan tutup pada pekan berikutnya. Sementara itu, Filipina sempat mencatat kualitas udara pada tingkat sangat tidak sehat hingga sangat berbahaya untuk PM2,5, yang menyebabkan penutupan sekolah di berbagai kota dan provinsi sebelum kondisi perlahan kembali normal.

Singapura menjadi bagian dari kawasan yang ikut menghadapi dampak tersebut. Satuan Tugas Kabut Asap di negara itu telah menjalankan rencana aksi dan imbauan untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Selama kondisi kering bertahan, kebakaran Indonesia belum padam, dan pola angin masih membawa asap ke arah Singapura, kualitas udara lintas batas tetap menjadi isu yang perlu dipantau.

Tags: Asia TenggaraEl NinoKabut AsapKarhutla IndonesiaLahan GambutPM2.5PSISingapura

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Badan Geologi Kementerian ESDM)

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

by Ari Wibowo muhammad
6 September 2026
0

Headline.co.id, Gunung Anak Krakatau Kembali Menunjukkan Aktivitas Vulkaniknya Dengan Erupsi Yang Terjadi Pada Jumat ~ 4 September 2026. Erupsi ini...

: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Pemprov DKI Jakarta)

Abu Vulkanik Anak Krakatau Melanda Jakarta, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

by Ari Wibowo muhammad
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ 4 September 2026 - Abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai wilayah Jakarta. Fenomena...

: Kepala BNPB Suharyanto saat Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026)/ (SC Video BNPB).

BNPB Lakukan Asesmen Cepat di Banten dan Lampung Pasca Erupsi Anak Krakatau

by Lia
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tim asesmen cepat ke wilayah Banten dan Lampung untuk menilai dampak...

: Menpora Erick Thohir mendorong pencak silat menjadi gerakan nasional sebelum menembus panggung dunia. Selain diperkuat di sekolah dan institusi negara, pencak silat ditargetkan memenuhi persyaratan internasional agar suatu saat dapat dipertandingkan di Olimpiade./Foto Humas Kemenpora

Menpora Erick Thohir Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade

by wahyu
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk mempromosikan pencak silat ke kancah internasional dengan...

: Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau di Jakarta, Minggu (6/9/2026). (Tangkapan Layar Zoom Bakom RI)

Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Erupsi Anak Krakatau

by Fajar
6 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini. Dalam...

Karhutla Indonesia Jadi Sorotan, Asap Pekat Bergerak hingga Singapura

Singapura Terdampak Asap Karhutla Indonesia, PSI Tembus Kategori Tidak Sehat

by Hendrawan
6 September 2026
0

Singapura terdampak asap karhutla Indonesia. PSI wilayah tengah mencapai 103 dan masuk kategori tidak sehat pada Sabtu, 5 September 2026.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Polisi Sumsel Berhasil Tangkap Pelaku Utama Pencurian Modus Pecah Kaca

Polisi Sumsel Berhasil Tangkap Pelaku Utama Pencurian Modus Pecah Kaca

16 June 2026
: Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik

Penundaan Pajak Marketplace oleh Menkeu Purbaya untuk Lindungi Daya Beli Masyarakat

6 August 2026
Kepemimpinan Riandy Hidayat Bawa Banjarbaru Raih Tiga Penghargaan Provinsi

Kepemimpinan Riandy Hidayat Bawa Banjarbaru Raih Tiga Penghargaan Provinsi

17 March 2026
Menko Kumham Imipas Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama Palestina

Menko Kumham Imipas Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama Palestina

23 July 2026
Gempa Magnitudo 3.0 Mengguncang Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Gempa Magnitudo 3.0 Mengguncang Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

28 February 2026
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Profil Mantan Mendag dan Anggota DPR RI

Fakta Menarik Rachmat Gobel, dari Tukang Sapu Pabrik hingga Tokoh DPR RI Asal Gorontalo

10 July 2026
Pemerintah Balangan Memasuki Fase Transisi Pascabencana

Pemerintah Balangan Memasuki Fase Transisi Pascabencana

6 January 2026

Artikel Terbaru

Polres Lampung Selatan Sita 42,8 Kg Sabu dan Amankan 12 Tersangka, selamatkan 174.169 jiwa

Polres Lampung Selatan Ungkap 42,8 Kg Sabu, Amankan 12 Tersangka

6 September 2026
Polda Jabar Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako untuk Warga Terdampak Kemarau di Gunung Geulis Sumedang

Polda Jabar Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih dan Sembako ke Gunung Geulis

6 September 2026
: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Badan Geologi Kementerian ESDM)

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

6 September 2026
Polres Kuningan Salurkan Tiga Tangki Air Bersih untuk Warga Cihanjaro yang Terdampak Kekeringan

Polres Kuningan Distribusikan Air Bersih ke Desa Cihanjaro untuk Atasi Kekeringan

6 September 2026
: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Pemprov DKI Jakarta)

Abu Vulkanik Anak Krakatau Melanda Jakarta, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

6 September 2026
Karhutla Indonesia Lepas Jutaan Ton Emisi Karbon, Dampaknya Terasa hingga Singapura

Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat Setelah Hampir Tiga Tahun

6 September 2026
Polisi Tangkap Kasus Karhutla 4 Hektare di Rokan Hulu, Satu Orang Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan JP sebagai Tersangka Kasus Karhutla di Rokan Hulu

6 September 2026

Popular Story

Bareskrim Polri Tetapkan 89 Tersangka Karhutla
Hukum

Polri Tetapkan 89 Tersangka dalam Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

by Dwina
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Bareskrim Polri telah menetapkan 89 orang sebagai tersangka dalam...

Read moreDetails

Polisi Selidiki Kasus Pembegalan di Tebet yang Terekam CCTV

Kemenag Buka Pengajuan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Ilmu Agama Hingga 2026

Kapolsek Srandakan AKP Jumadi Naik Pangkat Jadi Kompol Pengabdian Jelang Pensiun

Telkomsel Mendukung Kebijakan Perlindungan Sisa Kuota Pelanggan

Arema FC Raih Kemenangan Meyakinkan 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Laga Pembuka Super League

Warga Karangduak Nikmati Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT RI

Operasi Damai Cartenz Tindak Kelompok Bersenjata di Yahukimo, Empat Tewas

KORPRI Riau Berhasil Masuk Delapan Besar Nasional di MTQ 2026

Sabar/Reza Jadi Andalan Terakhir Indonesia di Perempat Final China Masters 2026

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.