Headline.co.id, Jakarta ~ Dugaan adanya limbah radioaktif di kawasan persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Pada Jumat, 4 September 2026, Tim Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Brimob Polda Banten diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi tersebut. Sebanyak 15 personel KBR dilengkapi dengan alat pelindung diri (hazmat) dan perlengkapan khusus untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan radioaktif atau bahan kimia lainnya.
Dalam pemeriksaan awal, ditemukan adanya kandungan Potasium-40 (K-40) pada beberapa sampel yang diambil dari lokasi. Namun, hasil pengukuran menunjukkan bahwa paparan radioaktif di area tersebut tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, menyatakan bahwa radiasi latar belakang di lokasi tercatat sebesar 0,05 mikroSv/jam. “Dari hasil deteksi awal, radiasi latar belakang di lokasi tercatat sebesar 0,05 mikroSv/jam,” ujar Maruli.
Pemeriksaan dilakukan di tiga area dengan luas masing-masing sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi. Dari lokasi tersebut, tim mengambil 12 sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain mengecek kandungan radioaktif, tim KBR juga memeriksa kualitas udara di sekitar lokasi dengan mengukur beberapa parameter gas seperti IBaT, CH2, SO2, O2, dan H2S. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi udara di lokasi masih dalam keadaan normal dengan kadar oksigen tercatat sebesar 20,9 persen volume.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Maruli menegaskan bahwa ditemukannya Potasium-40 pada sejumlah sampel belum dapat langsung disimpulkan sebagai pencemaran radioaktif. “Beberapa sampel terdeteksi mengandung Potasium-40, namun untuk memastikan kandungan dan karakteristik material tersebut, sampel masih dilakukan identifikasi,” jelasnya. Tim KBR Brimob Polda Banten sebelumnya juga pernah dilibatkan dalam penanganan kasus pabrik udang yang terpapar Cesium-137 pada tahun 2025. Pemeriksaan lebih mendalam masih diperlukan untuk mengetahui kandungan serta karakteristik material yang ditemukan di Desa Nambo Udik.













