Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Cuaca

Bagaimana OMC BMKG Menekan Karhutla Kalbar? Ini Cara Kerja Penyemaian Awan dan Hasilnya

Hendrawan by Hendrawan
49 minutes ago
in Cuaca
Reading Time: 6 mins read
402 21
A A
0
Ilustrasi proses modifikasi cuaca di atas kawasan hutan dan lahan gambut, dengan hujan yang diharapkan membantu meningkatkan kelembapan tanah dan menekan kemunculan titik api baru.

Ilustrasi proses modifikasi cuaca di atas kawasan hutan dan lahan gambut, dengan hujan yang diharapkan membantu meningkatkan kelembapan tanah dan menekan kemunculan titik api baru.

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • BMKG menggunakan analisis atmosfer untuk mengoptimalkan Potensi Hujan Kalbar dalam Operasi Modifikasi Cuaca.
  • Tim memantau massa awan, arah angin, kelembapan, serta radar cuaca sebelum menentukan sasaran penyemaian.
  • Sebanyak 27 sorti diterbangkan di Kalbar dengan total 24.600 kilogram NaCl pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.
  • Penyemaian diarahkan antara lain ke kawasan gambut yang terdeteksi hotspot.
  • BMKG menyebut hujan terjadi di Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak.
  • OMC di Kalimantan Tengah mencatat 10 sortie dengan 8.000 kilogram NaCl.
  • Pemerintah memperpanjang operasi di Kalbar dan Kalteng pada 5 hingga 14 September 2026.

Headline.co.id, Pontianak ~ Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. BMKG berperan menyediakan analisis cuaca, memantau dinamika atmosfer, dan menentukan keberadaan awan potensial sebelum armada melakukan penyemaian menggunakan Natrium Klorida. Sepanjang 22 Agustus hingga 4 September 2026, operasi di Kalimantan Barat mencatat 27 sorti dengan total 24.600 kilogram bahan semai, sementara hasil pemantauan menunjukkan hujan terjadi di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari sasaran penanganan.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Cuaca Besok 6 September 2026: BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah
    • 1.2. BMKG: OMC Kalbar Buahkan Hasil, 27 Sorti Picu Hujan dan Operasi Diperpanjang
  • 2. Apa Peran BMKG dalam OMC Kalimantan Barat?
  • 3. Bagaimana Awan Potensial Ditentukan?
  • 4. Mengapa NaCl Disemai pada Ketinggian 6.000 hingga 10.000 Kaki?
  • 5. Apa Hasil OMC di Kalimantan Barat?
  • 6. Bagaimana Perbandingan Operasi di Kalimantan Tengah?
  • 7. Mengapa OMC Diperpanjang hingga 14 September?

Operasi tersebut memperlihatkan bahwa modifikasi cuaca merupakan rangkaian kerja yang bergantung pada kondisi atmosfer. Tim tidak hanya menerbangkan pesawat dan menyebarkan bahan semai, tetapi terlebih dahulu membaca pergerakan massa awan, arah angin, kelembapan udara, serta data radar untuk menentukan peluang penyemaian yang dinilai paling mendukung tujuan operasi.

You might also like

Cuaca Besok 6 September 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

Cuaca Besok 6 September 2026: BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

5 September 2026
Ilustrasi pesawat menjalankan penyemaian awan di tengah kondisi atmosfer lembap untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi kabut asap di Kalimantan Barat

BMKG: OMC Kalbar Buahkan Hasil, 27 Sorti Picu Hujan dan Operasi Diperpanjang

5 September 2026

Apa Peran BMKG dalam OMC Kalimantan Barat?

Dalam OMC Kalbar, BMKG menjadi penyedia informasi meteorologi yang dibutuhkan untuk menentukan pelaksanaan misi. Tim BMKG memantau kondisi atmosfer secara real-time dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, serta pemerintah daerah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa keakuratan data cuaca menjadi syarat penting keberhasilan operasi. Informasi tersebut digunakan untuk mencari potensi awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian, terutama ketika operasi diarahkan untuk membantu mengendalikan karhutla dan meningkatkan kelembapan kawasan gambut.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” ujar Seto di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan sasaran OMC tidak dipilih secara acak. Fokus diarahkan pada kawasan yang membutuhkan dukungan hujan untuk membasahi lahan serta mengurangi dampak titik panas dan asap.

Bagaimana Awan Potensial Ditentukan?

BMKG menggunakan pemantauan massa awan, arah angin, kelembapan udara, dan radar cuaca sebagai dasar menentukan sasaran penyemaian. Data tersebut membantu tim melihat apakah terdapat awan hujan potensial yang dapat dimanfaatkan dalam operasi.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyebut radar cuaca BMKG menjadi bekal utama bagi armada udara gabungan. Penerbangan dikendalikan dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya.

Dengan mekanisme tersebut, penyemaian bergantung pada keberadaan potensi awan yang sesuai. Artinya, analisis cuaca menjadi bagian utama sebelum keputusan penerbangan dan lokasi penyemaian dilakukan. BMKG mengoptimalkan awan yang tersedia agar peluang hujan dapat dimanfaatkan untuk tujuan penanganan karhutla.

Mengapa NaCl Disemai pada Ketinggian 6.000 hingga 10.000 Kaki?

Dalam operasi Kalimantan Barat, bahan yang digunakan adalah garam murni atau Natrium Klorida dengan total 24.600 kilogram. Bahan tersebut dibawa melalui 27 sorti penerbangan dan disemai pada awan hujan potensial di ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.

“Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,” ujar Budi.

Data yang disampaikan BMKG menunjukkan bahwa jumlah penerbangan dan bahan semai merupakan bagian dari rangkaian intervensi yang dilakukan selama lebih dari satu pekan. Setiap misi tetap bergantung pada kondisi awan dan informasi atmosfer yang tersedia pada saat operasi berlangsung.

OMC di Kalimantan Barat pada periode 22 Agustus hingga 4 September 2026 mendapat pembiayaan dari KLH/BPLH. Operasi kemudian diputuskan berlanjut setelah pemerintah menilai hasil serta kebutuhan lapangan masih memerlukan dukungan modifikasi cuaca.

Apa Hasil OMC di Kalimantan Barat?

BMKG menyatakan intervensi teknologi atmosfer tersebut memicu hujan di sejumlah titik di Kalimantan Barat. Wilayah yang disebut antara lain Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak.

Hujan yang terjadi dinilai memberikan sejumlah dampak yang relevan dengan pengendalian karhutla. Kelembapan tanah gambut meningkat, area terdampak menjadi lebih dingin, kabut asap menipis, dan kemunculan titik api baru dapat ditekan.

Bagi kawasan gambut, peningkatan kelembapan merupakan salah satu tujuan penting karena operasi memang diarahkan pada area yang terdeteksi hotspot. BMKG juga mengaitkan pelaksanaan OMC dengan upaya menjaga kualitas udara agar dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat dikurangi.

Namun, keseluruhan operasi tetap ditempatkan sebagai bagian dari kerja lintas sektor. Analisis cuaca BMKG, dukungan armada udara, pembiayaan kementerian dan lembaga, serta kebutuhan pemerintah daerah menjadi unsur yang berjalan bersama dalam pelaksanaan penanganan.

Bagaimana Perbandingan Operasi di Kalimantan Tengah?

Pada saat yang hampir bersamaan, pemerintah juga menjalankan OMC di Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Operasi di provinsi tersebut mencatat 10 sortie penerbangan dengan penggunaan total 8.000 kilogram NaCl.

Hasil pemantauan menunjukkan hujan berintensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Jika dibandingkan berdasarkan data yang tersedia dalam bahan, operasi Kalimantan Barat mencatat jumlah sorti dan bahan semai yang lebih besar pada periode awalnya, yaitu 27 sorti dan 24.600 kilogram NaCl. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat 10 sortie dengan 8.000 kilogram NaCl. Perbedaan tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan masing-masing wilayah karena bahan tidak memuat parameter pembanding lain di luar jumlah penerbangan, bahan semai, dan kejadian hujan.

Mengapa OMC Diperpanjang hingga 14 September?

Pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 5 hingga 14 September 2026. Periode lanjutan tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB.

Perpanjangan dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas hasil serta kebutuhan penanganan di lapangan. Seto menilai penggunaan analisis cuaca dalam OMC menunjukkan perubahan pendekatan dalam tata kelola bencana ekologis, dari pola yang hanya merespons kebakaran ketika telah membesar menuju tindakan pencegahan lebih awal dan terukur.

Dalam kerangka itu, OMC digunakan untuk memanfaatkan potensi hujan yang tersedia sebelum kondisi karhutla berkembang semakin berat. BMKG menyatakan akan terus menyediakan analisis meteorologi untuk membantu menjaga kualitas udara, membasahi ekosistem gambut, dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Data operasi Kalbar dan Kalteng sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan OMC tidak hanya bergantung pada penerbangan penyemaian, tetapi pada integrasi informasi cuaca, kondisi awan, kesiapan armada, koordinasi lintas lembaga, dan penentuan wilayah sasaran. Pendekatan inilah yang menjadi dasar pemerintah melanjutkan operasi hingga 14 September 2026.

Tags: BMKGkarhutlaOperasi Modifikasi CuacaPenyemaian AwanPotensi Hujan Kalbar

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Cuaca Besok 6 September 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

Cuaca Besok 6 September 2026: BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

by Hendrawan
5 September 2026
0

Cuaca besok 6 September 2026: BMKG memantau konvergensi dan memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Ilustrasi pesawat menjalankan penyemaian awan di tengah kondisi atmosfer lembap untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi kabut asap di Kalimantan Barat

BMKG: OMC Kalbar Buahkan Hasil, 27 Sorti Picu Hujan dan Operasi Diperpanjang

by Hendrawan
5 September 2026
0

BMKG menyebut OMC Kalbar membuahkan hasil setelah 27 sorti penyemaian awan. Operasi diperpanjang hingga 14 September 2026.

Peringatan Cuaca Besok 6 September 2026, BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat

Cuaca Besok 6 September 2026: BMKG Tak Sebut Bibit Siklon, Konvergensi Jadi Perhatian

by Hendrawan
5 September 2026
0

BMKG tidak menyebut bibit siklon dalam prakiraan cuaca besok 6 September 2026. Konvergensi dan konfluensi menjadi faktor utama.

Cuaca Besok 6 September 2026 Dipengaruhi Konvergensi, BMKG Ungkap Wilayah Potensi Hujan

Peringatan BMKG untuk Cuaca Besok 6 September 2026, Waspada Hujan Sedang hingga Lebat

by Hendrawan
5 September 2026
0

Peringatan BMKG untuk cuaca besok 6 September 2026: waspada hujan sedang hingga lebat akibat konvergensi dan konfluensi.

Prakiraan Cuaca Besok Kamis 23 Juli 2026: BMKG Waspadai Hujan Petir di Tanjung Pinang dan Tanjung Selor

Cuaca Hari Ini 5 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

by Saddam
5 September 2026
0

Cuaca hari ini 5 September 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Bibit Siklon Cuaca Besok 2 September 2026

Mengapa Cuaca Hari Ini Tetap Bisa Hujan Saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG dan Prediksi hingga 10 September

by Hendrawan
5 September 2026
0

Mengapa hujan masih turun saat kemarau? Simak penjelasan BMKG soal dinamika atmosfer dan prediksi cuaca hingga 10 September 2026.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Petugas kepolisian bersama Tim Medis dan warga mengevakuasi jenazah korban kecelakaan lalu lintas di sekitar Pasar Butuh, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, Minggu (7/9/2025) pagi.

Pejalan Kaki Tewas Usai Tertabrak Motor di Pasar Butuh Lendah Kulon Progo

7 September 2025
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji 2023-2024

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji 2023-2024

2 April 2026
Pemko Batam Tingkatkan Pembinaan MTQH dengan Pelatih Nasional

Pemko Batam Tingkatkan Pembinaan MTQH dengan Pelatih Nasional

13 May 2026
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii dalam rapat koordinasi pembentukan Kementerian Haji dan Umrah./Foto Humas Kementerian Agama

Pemerintah Alihkan Kewenangan Haji-Umrah dari Kemenag ke Kementerian Baru

10 September 2025
obelix sea view Parangtritis

Info Wisata Obelix Sea View Jogja: Harga, Rute, Jam Buka, dan Tips Seru

20 October 2024
Menteri Pertanian Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Sumatra

Menteri Pertanian Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Sumatra

1 December 2025
Indonesia Raih Prestasi Gemilang di SEA Games 2025

Indonesia Raih Prestasi Gemilang di SEA Games 2025

15 December 2025

Artikel Terbaru

: Gubernur Banten Andra Soni usai menghadiri entry meeting pemeriksaan semester II tahun 2026 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten di Kota Serang, Jumat (4/9/ 2026)/(Biro Adpimpro Banten)

Gubernur Banten Dorong Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah

5 September 2026
Ilustrasi gambar headline

Enam Pemain Persija Bergabung dengan I League Selection U-18 di Kejuaraan Pemuda Asia K League

5 September 2026
Cuaca Besok 6 September 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

Cuaca Besok 6 September 2026: BMKG Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

5 September 2026
: Koordinasi teknis terkait keterpaduan Peta Proses Bisnis Pemerintah Digital dengan Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo. (foto Reza)

Gorontalo Tingkatkan Digitalisasi Melalui Kolaborasi Biro Organisasi dan Diskominfotik

5 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,7 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

5 September 2026
Kemenag Kawal Program KREASI, Transformasi Mutu Pendidikan Madrasah di Daerah 3T

Kemenag dan Save the Children Tingkatkan Mutu Pendidikan di Daerah 3T

5 September 2026
Gol Perdana Mauro Zijlstra Warnai Debut Manis Bersama Arema FC

Mauro Zijlstra Cetak Gol Perdana dalam Debut Bersama Arema FC di BRI Super League

5 September 2026

Popular Story

: Dok. Bapanas
Ekonomi

Pemerintah Tekankan Kepatuhan Beras Fortifikasi Terhadap Klaim Label

by Dwina
3 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya kepatuhan produsen beras fortifikasi terhadap...

Read moreDetails

Warga Karangduak Nikmati Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT RI

Polisi Klarifikasi Kasus Dugaan Perdagangan Anak di Lampung yang Viral

Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Tenggara Sarmi, Papua

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Dorong Pengesahan RUU Reforma Agraria

Kemenag Tanggap Cepat Atasi Dampak Gempa Flores, 509 Rumah Ibadah Rusak

Tumpeng Raksasa 6 Meter Jadi Daya Tarik Utama Grebek Tumpeng Randuagung 2026

Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Capaian Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran Menurut Survei

Polwan Polda Sumsel Berbagi 1.000 Masker dan Bunga untuk Antisipasi Dampak Karhutla

Kemkomdigi Usulkan Penambahan Anggaran 2027 untuk Perkuat Infrastruktur Digital

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.