Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Cuaca

Bagaimana OMC BMKG Menekan Karhutla Kalbar? Ini Cara Kerja Penyemaian Awan dan Hasilnya

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Cuaca
Reading Time: 6 mins read
403 21
A A
0
Ilustrasi proses modifikasi cuaca di atas kawasan hutan dan lahan gambut, dengan hujan yang diharapkan membantu meningkatkan kelembapan tanah dan menekan kemunculan titik api baru.

Ilustrasi proses modifikasi cuaca di atas kawasan hutan dan lahan gambut, dengan hujan yang diharapkan membantu meningkatkan kelembapan tanah dan menekan kemunculan titik api baru.

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • BMKG menggunakan analisis atmosfer untuk mengoptimalkan Potensi Hujan Kalbar dalam Operasi Modifikasi Cuaca.
  • Tim memantau massa awan, arah angin, kelembapan, serta radar cuaca sebelum menentukan sasaran penyemaian.
  • Sebanyak 27 sorti diterbangkan di Kalbar dengan total 24.600 kilogram NaCl pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.
  • Penyemaian diarahkan antara lain ke kawasan gambut yang terdeteksi hotspot.
  • BMKG menyebut hujan terjadi di Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak.
  • OMC di Kalimantan Tengah mencatat 10 sortie dengan 8.000 kilogram NaCl.
  • Pemerintah memperpanjang operasi di Kalbar dan Kalteng pada 5 hingga 14 September 2026.

Headline.co.id, Pontianak ~ Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. BMKG berperan menyediakan analisis cuaca, memantau dinamika atmosfer, dan menentukan keberadaan awan potensial sebelum armada melakukan penyemaian menggunakan Natrium Klorida. Sepanjang 22 Agustus hingga 4 September 2026, operasi di Kalimantan Barat mencatat 27 sorti dengan total 24.600 kilogram bahan semai, sementara hasil pemantauan menunjukkan hujan terjadi di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari sasaran penanganan.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Kemarau Panjang di Yogyakarta, Bantul Catat 161 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur
    • 1.2. Cuaca Besok di Bali, NTB dan NTT 12 Oktober 2026, Denpasar hingga Kupang Cerah Berawan
  • 2. Apa Peran BMKG dalam OMC Kalimantan Barat?
  • 3. Bagaimana Awan Potensial Ditentukan?
  • 4. Mengapa NaCl Disemai pada Ketinggian 6.000 hingga 10.000 Kaki?
  • 5. Apa Hasil OMC di Kalimantan Barat?
  • 6. Bagaimana Perbandingan Operasi di Kalimantan Tengah?
  • 7. Mengapa OMC Diperpanjang hingga 14 September?

Operasi tersebut memperlihatkan bahwa modifikasi cuaca merupakan rangkaian kerja yang bergantung pada kondisi atmosfer. Tim tidak hanya menerbangkan pesawat dan menyebarkan bahan semai, tetapi terlebih dahulu membaca pergerakan massa awan, arah angin, kelembapan udara, serta data radar untuk menentukan peluang penyemaian yang dinilai paling mendukung tujuan operasi.

You might also like

Ilustrasi cuaca panas dan kemarau panjang di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kemarau Panjang di Yogyakarta, Bantul Catat 161 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur

19 October 2026
Prediksi Cuaca di Bali, NTB, dan NTT Besok Panas Atau Hujan

Cuaca Besok di Bali, NTB dan NTT 12 Oktober 2026, Denpasar hingga Kupang Cerah Berawan

11 October 2026

Apa Peran BMKG dalam OMC Kalimantan Barat?

Dalam OMC Kalbar, BMKG menjadi penyedia informasi meteorologi yang dibutuhkan untuk menentukan pelaksanaan misi. Tim BMKG memantau kondisi atmosfer secara real-time dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, serta pemerintah daerah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa keakuratan data cuaca menjadi syarat penting keberhasilan operasi. Informasi tersebut digunakan untuk mencari potensi awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian, terutama ketika operasi diarahkan untuk membantu mengendalikan karhutla dan meningkatkan kelembapan kawasan gambut.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” ujar Seto di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan sasaran OMC tidak dipilih secara acak. Fokus diarahkan pada kawasan yang membutuhkan dukungan hujan untuk membasahi lahan serta mengurangi dampak titik panas dan asap.

Bagaimana Awan Potensial Ditentukan?

BMKG menggunakan pemantauan massa awan, arah angin, kelembapan udara, dan radar cuaca sebagai dasar menentukan sasaran penyemaian. Data tersebut membantu tim melihat apakah terdapat awan hujan potensial yang dapat dimanfaatkan dalam operasi.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyebut radar cuaca BMKG menjadi bekal utama bagi armada udara gabungan. Penerbangan dikendalikan dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya.

Dengan mekanisme tersebut, penyemaian bergantung pada keberadaan potensi awan yang sesuai. Artinya, analisis cuaca menjadi bagian utama sebelum keputusan penerbangan dan lokasi penyemaian dilakukan. BMKG mengoptimalkan awan yang tersedia agar peluang hujan dapat dimanfaatkan untuk tujuan penanganan karhutla.

Mengapa NaCl Disemai pada Ketinggian 6.000 hingga 10.000 Kaki?

Dalam operasi Kalimantan Barat, bahan yang digunakan adalah garam murni atau Natrium Klorida dengan total 24.600 kilogram. Bahan tersebut dibawa melalui 27 sorti penerbangan dan disemai pada awan hujan potensial di ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.

“Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,” ujar Budi.

Data yang disampaikan BMKG menunjukkan bahwa jumlah penerbangan dan bahan semai merupakan bagian dari rangkaian intervensi yang dilakukan selama lebih dari satu pekan. Setiap misi tetap bergantung pada kondisi awan dan informasi atmosfer yang tersedia pada saat operasi berlangsung.

OMC di Kalimantan Barat pada periode 22 Agustus hingga 4 September 2026 mendapat pembiayaan dari KLH/BPLH. Operasi kemudian diputuskan berlanjut setelah pemerintah menilai hasil serta kebutuhan lapangan masih memerlukan dukungan modifikasi cuaca.

Apa Hasil OMC di Kalimantan Barat?

BMKG menyatakan intervensi teknologi atmosfer tersebut memicu hujan di sejumlah titik di Kalimantan Barat. Wilayah yang disebut antara lain Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak.

Hujan yang terjadi dinilai memberikan sejumlah dampak yang relevan dengan pengendalian karhutla. Kelembapan tanah gambut meningkat, area terdampak menjadi lebih dingin, kabut asap menipis, dan kemunculan titik api baru dapat ditekan.

Bagi kawasan gambut, peningkatan kelembapan merupakan salah satu tujuan penting karena operasi memang diarahkan pada area yang terdeteksi hotspot. BMKG juga mengaitkan pelaksanaan OMC dengan upaya menjaga kualitas udara agar dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat dikurangi.

Namun, keseluruhan operasi tetap ditempatkan sebagai bagian dari kerja lintas sektor. Analisis cuaca BMKG, dukungan armada udara, pembiayaan kementerian dan lembaga, serta kebutuhan pemerintah daerah menjadi unsur yang berjalan bersama dalam pelaksanaan penanganan.

Bagaimana Perbandingan Operasi di Kalimantan Tengah?

Pada saat yang hampir bersamaan, pemerintah juga menjalankan OMC di Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Operasi di provinsi tersebut mencatat 10 sortie penerbangan dengan penggunaan total 8.000 kilogram NaCl.

Hasil pemantauan menunjukkan hujan berintensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Jika dibandingkan berdasarkan data yang tersedia dalam bahan, operasi Kalimantan Barat mencatat jumlah sorti dan bahan semai yang lebih besar pada periode awalnya, yaitu 27 sorti dan 24.600 kilogram NaCl. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat 10 sortie dengan 8.000 kilogram NaCl. Perbedaan tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan masing-masing wilayah karena bahan tidak memuat parameter pembanding lain di luar jumlah penerbangan, bahan semai, dan kejadian hujan.

Mengapa OMC Diperpanjang hingga 14 September?

Pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 5 hingga 14 September 2026. Periode lanjutan tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB.

Perpanjangan dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas hasil serta kebutuhan penanganan di lapangan. Seto menilai penggunaan analisis cuaca dalam OMC menunjukkan perubahan pendekatan dalam tata kelola bencana ekologis, dari pola yang hanya merespons kebakaran ketika telah membesar menuju tindakan pencegahan lebih awal dan terukur.

Dalam kerangka itu, OMC digunakan untuk memanfaatkan potensi hujan yang tersedia sebelum kondisi karhutla berkembang semakin berat. BMKG menyatakan akan terus menyediakan analisis meteorologi untuk membantu menjaga kualitas udara, membasahi ekosistem gambut, dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Data operasi Kalbar dan Kalteng sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan OMC tidak hanya bergantung pada penerbangan penyemaian, tetapi pada integrasi informasi cuaca, kondisi awan, kesiapan armada, koordinasi lintas lembaga, dan penentuan wilayah sasaran. Pendekatan inilah yang menjadi dasar pemerintah melanjutkan operasi hingga 14 September 2026.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: BMKGkarhutlaOperasi Modifikasi CuacaPenyemaian AwanPotensi Hujan Kalbar

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Ilustrasi cuaca panas dan kemarau panjang di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kemarau Panjang di Yogyakarta, Bantul Catat 161 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur

by Hendrawan
19 October 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami periode...

Prediksi Cuaca di Bali, NTB, dan NTT Besok Panas Atau Hujan

Cuaca Besok di Bali, NTB dan NTT 12 Oktober 2026, Denpasar hingga Kupang Cerah Berawan

by Hendrawan
11 October 2026
0

Cuaca besok Bali, NTB, NTT 12 Oktober 2026: Denpasar, Mataram, Kupang cerah hingga berawan tebal. Waspada rob dan gelombang.

Prediksi Cuaca Besok di Papua Besok Hujan Atau Panas

Cuaca Besok Papua dan Maluku 12 Oktober 2026, Sorong hingga Nabire Berpotensi Hujan

by Wawan
11 October 2026
0

Cuaca besok Papua dan Maluku 12 Oktober 2026: hujan ringan di Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire; Jayapura berawan.

Prediksi Cuaca Besok Sulawesi 12 Oktober 2026 Hujan atau panas

Cuaca Besok di Sulawesi 12 Oktober 2026, Mamuju Hujan dan Makassar Berawan Tebal

by Hendrawan
11 October 2026
0

Cuaca besok di Sulawesi 12 Oktober 2026: Mamuju hujan ringan, Makassar dan tiga kota lain berawan tebal, Manado berkabut.

Cuaca di kota besar di Jawa 11 Oktober 2026 Hujan atau panas

Cuaca Besok di Jawa Senin 12 Oktober 2026, Jakarta, Bandung, dan Semarang Berpotensi Hujan

by Hendrawan
11 October 2026
0

Cuaca besok di Jawa 12 Oktober 2026: Jakarta, Bandung, Semarang berpotensi hujan ringan, sementara wilayah lain cerah hingga berawan.

Prediksi Cuaca 12 Oktober 2026 di Sumatera Hujan atau Panas

Cuaca Besok di Sumatera 12 Oktober 2026, Medan Hujan Sedang dan Padang dan 5 Kota Hujan Ringan

by Saddam
11 October 2026
0

Cuaca besok di Sumatera 12 Oktober 2026: Medan hujan sedang, enam kota hujan ringan, serta potensi kabut dan gelombang tinggi.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Komisi VIII Dukung Transformasi Sekolah Tinggi Agama Buddha Raden Wijaya Jadi Institut

Transformasi STABN Raden Wijaya Menuju Institut Didukung Penuh Komisi VIII DPR

4 September 2026
Balad Nobar Biru Di Boven Coffee House Bikin Bobotoh Ketagihan

Balad Nobar Biru Rayakan Comeback PERSIB di Boven Coffee House

21 September 2026

Pemerintah Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang Cepat dan Tepat

3 June 2020
: Wakil Bupati Bener Meriah, H. Armia, saat menghadiri kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Politeknik Pelayaran Malahayati Kementerian Perhubungan di Aula Huntara Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (9/8/2026).

Pemkab Bener Meriah Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi dengan Masyarakat

11 August 2026
Kemkomdigi dan BPJS Kesehatan Kolaborasi Manfaatkan AI untuk Layanan Publik

Kemkomdigi dan BPJS Kesehatan Kolaborasi Manfaatkan AI untuk Layanan Publik

2 April 2026
Ilustrasi kartun kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Peristiwa bermula dari pencarian rekaman CCTV terkait dugaan penyabetan di jalan, yang berujung aksi pengejaran hingga sepeda motor terduga pelaku oleng dan menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU). (Ilustrasi/Headline.co.id)

Kecelakaan Maut di Ngemplak Sleman Berawal dari Pencarian CCTV, Pelajar Tewas Usai Aksi Penyabetan

21 October 2026
: Pertandingan Bola Voli Bupati Cup 2026 : ChatGPT

Bupati Cup 2026: Ajang Seleksi Atlet Voli Berbakat di Maluku Tenggara

22 August 2026

Artikel Terbaru

Kemhan, Kemenkes dan TNI Gelar Simulasi Evakuasi Medik Udara di RSPPN Soedirman

Simulasi Evakuasi Medik Udara Digelar di RSPPN Soedirman

23 October 2026
Arema FC Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos

Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos

23 October 2026
Berita Terkini

Pidie Ikuti Visitasi Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026

23 October 2026
Berita Terkini

Kemnaker Siapkan Pelatihan bagi 50.000 Pekerja Terdampak PHK

23 October 2026
Berita Terkini

Pelindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Pemkab Bojonegoro

23 October 2026
Berita Terkini

Kredit Rakyat Rp400 Triliun Ditargetkan Tersalurkan pada 2027

23 October 2026
Berita Terkini

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla dengan 72.303 Personel

23 October 2026

Popular Story

Berita Terkini
Berita

Kemen PPPA Perluas Akses Puspaga Berbasis Komunitas

by masfajar
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperkuat...

Read moreDetails

Starter Persib Vs Persik: Fitrah Jaga Gawang, Lucho Bermain

Antrean SPBU Lumajang Dipicu Peralihan Pertamax ke Pertalite

Jadwal MotoGP Australia: Duel Jorge Martin dan Marc Marquez

586 Polisi Khusus Kehutanan Dilatih Cegah Karhutla

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Jogja Memanas, Mahasiswa Soroti Kebijakan Pemerintah

Pembangunan Gedung DPRD Kubu Raya Tunggu Revisi Perda

Pemkab Parigi Moutong Terjunkan Mahasiswa Benahi Administrasi Pertanahan

Kemenpar Jaring Pasar Wisata Edukasi Australia di Jakarta

Polda Jateng Minta Warga Laporkan Oknum Polisi Pelaku Pungli

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.