Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) bersama Save the Children Indonesia meluncurkan program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah terpencil. Program ini bertujuan memperkuat kualitas pembelajaran di Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Abdul Basit, Kasubdit Kurikulum KSKK Madrasah Kemenag, menegaskan peran aktif Kemenag dalam mengawasi dan mengarahkan kebijakan program ini.
Program KREASI mencakup 249 satuan pendidikan di delapan kabupaten dari empat provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, 140 adalah MI dan 73 adalah RA. Program ini didanai oleh Global Partnership for Education (GPE) dan dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia dengan dukungan delapan mitra lokal. Fokus utama program ini adalah peningkatan kompetensi dasar, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berjenjang.
Alifah Sri Lestari, Chief of Party program KREASI, menjelaskan bahwa pemilihan wilayah sasaran didasarkan pada data Rapor Pendidikan yang menunjukkan rendahnya capaian literasi dan numerasi. Tantangan di lapangan cukup besar, termasuk jarak yang jauh dari ibu kota provinsi dan keterbatasan anggaran pelatihan guru. Namun, program ini telah memberikan dampak positif, seperti perubahan metode pengajaran dan peningkatan kapasitas kepala madrasah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program KREASI dijadwalkan berlangsung hingga 2028. Survei dampak tahun pertama sedang dalam proses pengumpulan dan analisis data, yang akan menjadi dasar penyesuaian strategi di tahun-tahun berikutnya. Abdul Basit menekankan pentingnya integrasi hasil dan praktik baik KREASI ke dalam sistem pembinaan dan pengembangan kurikulum madrasah agar program ini dapat memperkuat sistem pendidikan secara berkelanjutan.


















