Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Cuaca hari ini, Sabtu 5 September 2026, masih berpotensi diwarnai hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia meskipun musim kemarau semakin mendominasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, sejumlah daerah dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Sulawesi perlu mewaspadai angin kencang. Kondisi tersebut terjadi di tengah atmosfer Indonesia yang secara umum relatif kering, tetapi masih dipengaruhi dinamika atmosfer dan faktor lokal yang memungkinkan pembentukan awan hujan secara sporadis.
Prakiraan cuaca hari ini juga menunjukkan kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan menyelimuti banyak kota besar. BMKG meminta masyarakat tidak hanya memperhatikan potensi hujan, tetapi juga risiko angin kencang, udara kabur, asap atau kabut, serta dampak musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Hari Ini
Berdasarkan data BMKG untuk 5 September 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya. Potensi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tidak sepenuhnya menutup peluang terjadinya hujan di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BMKG sebelumnya menegaskan, ‘Kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia tidak sepenuhnya menghambat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di beberapa daerah.’
Dalam periode 31 Agustus hingga 2 September 2026, hujan lebat hingga sangat lebat bahkan masih tercatat di Sumatera bagian utara dan tengah. Curah hujan tertinggi mencapai 111,6 mm per hari di Sumatera Utara, kemudian 101,8 mm per hari di Sumatera Barat dan 82,5 mm per hari di Aceh.
Daftar Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Selain hujan, prediksi cuaca BMKG menunjukkan potensi angin kencang pada Sabtu ini terdapat di Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat.
Masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi lingkungan ketika beraktivitas di luar ruangan. BMKG mengingatkan bahwa angin kencang dapat menimbulkan risiko pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, serta gangguan aktivitas dan perjalanan. Ketika cuaca memburuk, warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh.
Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
Prakirawan BMKG Henokhvita menyampaikan bahwa cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
‘Sementara itu, hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Padang, dan Tanjung Selor,’ kata Henokhvita.
Udara kabur diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda. Sementara potensi asap atau kabut diprakirakan terjadi di Bandar Lampung.
Di Indonesia bagian timur, kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Jayapura, dan Merauke. Hujan ringan berpotensi terjadi di Palu, Mamuju, dan Sorong. Udara kabur berpotensi terjadi di Manokwari dan Nabire, sementara asap atau kabut diprakirakan terjadi di Jayawijaya.
Musim Kemarau Masih Dominan, Hujan Lokal Tetap Terjadi
BMKG menjelaskan, daerah perlambatan angin atau konvergensi terpantau terbentuk di Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua. Daerah pertemuan angin atau konfluensi juga diperkirakan terbentuk di perairan barat dan utara Aceh, Teluk Thailand, Laut China Selatan, serta Samudra Pasifik timur Filipina.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi. Pada saat bersamaan, sebagian besar Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering. Pada Dasarian I hingga III September 2026, curah hujan di banyak wilayah diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0–150 mm per dasarian.
BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Buruk dan Karhutla
Di tengah prakiraan cuaca hari ini yang masih menyimpan peluang hujan lokal, ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan juga perlu mendapat perhatian. Berdasarkan pemantauan citra satelit polar pada 2 September 2026, Kalimantan memiliki 463 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan Sumatera tercatat 264 titik.
BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, tidak membakar sampah maupun membuka lahan secara sembarangan, terutama pada lahan gambut, semak belukar, dan hutan. Masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Informasi prediksi cuaca dan peringatan dini perlu terus diperbarui karena hujan ringan hingga sedang, kilat atau petir, serta angin kencang masih dapat berkembang secara lokal di tengah dominasi kondisi panas dan kering.


















