Headline.co.id, Batu ~ Polda Sulawesi Tengah meningkatkan pengawasan di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan Polres Tojo Una-Una. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran kebakaran dan memastikan penanganan yang cepat. Kasi Humas Polres Tojo Una-Una, Iptu Martono, menyatakan bahwa pemantauan difokuskan pada daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. “Pemantauan terus ditingkatkan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla,” ujar Iptu Martono di Tojo Una-Una pada 3 September 2026.
Peningkatan pengawasan ini dilakukan setelah beberapa kebakaran lahan terjadi 31 Agustus hingga 1 September 2026. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian lain RT 08 Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo; Uemarao Palampa, Desa Kasiala; Desa Borneang, Kecamatan Ulubongka; dan Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete. Di RT 08 Kelurahan Uemalingku, personel Polsek Ampana Kota bersama Bhabinkamtibmas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran pada 1 September 2026. Bersama dengan pemadam kebakaran, mereka berhasil mengendalikan api.
Pemantauan juga dilakukan melalui sistem LAPAN Fire Hotspot, yang mendeteksi titik panas di Uemarao Palampa, Desa Kasiala, dan Desa Borneang, Kecamatan Ulubongka. Menurut pengecekan Bhabinkamtibmas, titik panas di Uemarao Palampa berjarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman warga, dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan. “Untuk lokasi yang jauh dari permukiman dan memiliki medan sulit, diperlukan pemantauan dan penanganan berkelanjutan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Desa Borneang, titik panas terdeteksi sekitar dua kilometer dari permukiman, dan api telah padam berdasarkan pengecekan terakhir. Kebakaran juga terjadi di bawah lereng Gunung Batu Pongke atau Langgasan, Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, dengan area terbakar sekitar empat hektare. Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, memerintahkan seluruh polsek untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi. Bhabinkamtibmas dioptimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan, terutama di kawasan perkebunan dan hutan dengan vegetasi kering. “Kami mengajak masyarakat untuk menjaga wilayahnya agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar,” tutupnya.





















