Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Pelanggan Nasional 2026 yang diperingati pada Jumat, 4 September 2026, menjadi momentum Danantara Indonesia untuk mendorong perusahaan BUMN meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Danantara menilai transformasi budaya pelayanan penting dilakukan karena banyak layanan strategis di Indonesia dijalankan oleh BUMN, mulai dari listrik, transportasi, energi, hingga telekomunikasi. Peningkatan tersebut diarahkan agar pelanggan mendapatkan pengalaman layanan yang semakin baik, bukan sekadar menikmati program atau promosi pada saat peringatan Harpelnas.
Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, Danantara menekankan bahwa perusahaan yang beroperasi pada sektor dengan tingkat kompetisi rendah sekalipun tetap harus memiliki semangat meningkatkan standar pelayanan. Kualitas layanan dinilai perlu terus berkembang agar BUMN mampu menjadi organisasi yang semakin berorientasi pada pelanggan atau customer-centric.
Hari Pelanggan Nasional 2026 juga dipandang Danantara sebagai tonggak evaluasi terhadap perjalanan transformasi pelayanan BUMN. Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial setiap 4 September, tetapi menjadi momentum untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan perubahan kualitas layanan dalam setiap interaksi dengan perusahaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Danantara Soroti Pentingnya Transformasi Budaya Pelayanan
Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi Danianto mengatakan transformasi budaya pelayanan menjadi salah satu fokus penting bagi Danantara dan BUMN.
Menurutnya, posisi BUMN yang menjalankan banyak layanan publik strategis membuat peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
“Transformasi budaya pelayanan sangat penting untuk BUMN dan Danantara. Banyak sektor layanan yang hanya dijalankan oleh BUMN, seperti listrik, kereta api, hingga bandara. Karena itu kami menyadari pelayanan harus terus ditransformasi,” ujar Dendi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan pelayanan tidak hanya relevan bagi perusahaan yang menghadapi persaingan ketat. Perusahaan dengan dominasi kuat dalam suatu sektor juga dinilai perlu terus memperbaiki pengalaman yang diterima pelanggan.
Danantara melihat pelayanan sebagai salah satu fondasi dalam proses transformasi BUMN menuju organisasi yang semakin menempatkan pelanggan sebagai pusat layanan.
BUMN Diminta Tetap Memiliki Semangat Kompetisi
Dendi mengatakan kualitas pelayanan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah diperoleh.
Menurutnya, semangat kompetisi tetap diperlukan agar perusahaan terus mencari cara untuk meningkatkan pelayanan, termasuk pada industri yang memiliki sedikit bahkan tidak memiliki pesaing langsung.
Ia mencontohkan sektor utilitas dan layanan strategis yang dijalankan perusahaan seperti PLN, Pertamina, PGAS, hingga Telkom Group.
Meski memiliki posisi kuat pada masing-masing sektor, perusahaan-perusahaan tersebut tetap perlu membandingkan kualitas pelayanan dengan standar terbaik yang dapat diberikan dalam kategorinya.
“Kalaupun dalam satu sektor terdapat monopoli, kami ingin BUMN tetap bersaing dengan koleganya di kategori yang sama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Dengan begitu akan terjadi perbaikan secara alami, organik, bukan karena dipaksa,” jelas Dendi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya peningkatan pelayanan dari dalam organisasi, sehingga perbaikan tidak hanya dilakukan karena adanya tekanan maupun kewajiban.
Harpelnas Jadi Milestone Evaluasi Pelayanan BUMN
Bagi Danantara, Hari Pelanggan Nasional bukan hanya agenda tahunan untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan.
Dendi menyebut momentum tersebut dapat menjadi milestone atau tonggak untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
“Bagi Danantara dan BUMN, Hari Pelanggan Nasional adalah puncak penghargaan kepada pelanggan. Namun kami tidak ingin ini hanya menjadi kegiatan simbolis. Kami ingin momentum ini menjadi tonggak untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Harpelnas menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk melihat kembali kualitas hubungan dengan pelanggan sekaligus mengevaluasi berbagai titik pelayanan.
Perusahaan juga didorong memastikan bahwa perubahan yang dilakukan bukan hanya terlihat dalam program internal, tetapi benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Pelanggan Harus Merasakan Perubahan Secara Nyata
Danantara menilai keberhasilan transformasi pelayanan pada akhirnya bergantung pada pengalaman pelanggan.
Dendi mengatakan peningkatan kualitas layanan tidak cukup jika hanya diwujudkan dalam bentuk kampanye komunikasi maupun promosi sesaat.
Menurutnya, pelanggan harus mendapatkan pengalaman yang lebih baik secara menyeluruh ketika menggunakan produk maupun layanan perusahaan BUMN.
“Yang harus dirasakan pelanggan adalah bahwa peningkatan pelayanan tidak berhenti dalam satu hari saja. Setelah Hari Pelanggan Nasional, kualitas layanan harus semakin baik. Kalau ada penawaran yang menarik, ke depan harus lebih menarik lagi. Yang terpenting adalah pelanggan benar-benar merasakan pengalaman layanan secara end-to-end ketika menggunakan layanan BUMN,” ungkapnya.
Pengalaman end-to-end tersebut menempatkan seluruh perjalanan pelanggan sebagai bagian dari kualitas layanan, bukan hanya satu titik interaksi.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan tidak semata-mata didasarkan pada banyaknya program yang diluncurkan perusahaan, tetapi pada manfaat dan kemudahan yang dirasakan pelanggan ketika menggunakan layanan.
Transformasi Digital Jadi Tantangan Pelayanan
Peringatan Harpelnas 2026 berlangsung di tengah semakin luasnya penggunaan layanan berbasis digital.
Tema “Melayani Sepenuh Hati di Era Digital: Menghadirkan Pengalaman Pelanggan Tanpa Friksi” menempatkan kemudahan pengalaman pelanggan sebagai salah satu perhatian dalam peningkatan pelayanan.
Transformasi digital membuat interaksi antara perusahaan dan konsumen semakin banyak dilakukan melalui kanal elektronik. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak hanya dituntut menyediakan layanan yang cepat, tetapi juga memastikan proses pelayanan berlangsung sederhana dan mudah digunakan.
Bagi perusahaan yang memiliki jumlah pelanggan besar seperti BUMN, pengalaman digital menjadi bagian penting dari perjalanan pelanggan secara keseluruhan.
Karena itu, peningkatan pelayanan perlu berjalan seiring dengan transformasi sistem maupun budaya organisasi.
Perlindungan Konsumen Tetap Menjadi Bagian Penting
Peningkatan kualitas pelayanan juga berjalan bersama dengan penguatan perlindungan konsumen.
Di Indonesia, perlindungan konsumen antara lain berlandaskan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Pada sektor jasa keuangan, regulator juga telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 yang berlaku sejak akhir Desember 2023.
Aturan tersebut antara lain menegaskan kewajiban pelaku usaha jasa keuangan dalam menjaga kewajaran penggunaan data nasabah serta menangani pengaduan secara tepat waktu.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan di era digital tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dan kemudahan, tetapi juga kepercayaan serta perlindungan terhadap pelanggan.
Hari Pelanggan Nasional Berawal dari Gagasan Handi Irawan
Hari Pelanggan Nasional diperingati setiap 4 September sejak pertama kali digagas pada 2003 oleh pengusaha sekaligus pakar pemasaran Handi Irawan D.
Gagasan tersebut muncul setelah Handi mengamati perilaku perusahaan di Indonesia yang dinilai masih perlu meningkatkan perhatian terhadap kepuasan pelanggan sebagai bagian dari budaya bisnis.
“Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi momen yang tepat untuk memompa semangat perusahaan dalam memuaskan pelanggan,” ujar Handi Irawan D.
Inisiatif tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai kalangan dunia usaha.
Hari Pelanggan Nasional akhirnya diresmikan oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pada 4 September 2003.
Peresmian tersebut dihadiri sekitar 200 pimpinan perusahaan dan perwakilan BUMN. Pada penyelenggaraan awal, lebih dari 500 perusahaan disebut ikut berpartisipasi dalam momentum tersebut.
Seiring perkembangannya, Harpelnas menjadi agenda tahunan yang digunakan perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan.
Danantara Ingin Perbaikan Layanan Berlanjut Setelah 4 September
Danantara menekankan bahwa semangat peningkatan pelayanan harus tetap berjalan setelah peringatan Hari Pelanggan Nasional selesai.
Dendi mengatakan masyarakat harus dapat melihat dan merasakan perkembangan layanan dari waktu ke waktu.
Transformasi budaya pelayanan tersebut menjadi bagian dari agenda Danantara untuk mendorong peningkatan daya saing BUMN sekaligus memperkuat orientasi perusahaan terhadap kebutuhan pelanggan.
Keberhasilan transformasi tidak hanya dinilai berdasarkan program yang dijalankan, tetapi juga melalui pengalaman nyata pelanggan pada setiap titik interaksi.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026. Semoga kami semua di Danantara dan BUMN dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dengan melayani sepenuh hati,” tutup Dendi.














