Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang memanfaatkan siklus pertumbuhan pisang Cavendish yang berkisar 8 hingga 11 bulan sebagai dasar perencanaan produksi. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional. Pisang Cavendish dari Lumajang telah berhasil memasuki 15 pasar di Jawa Timur dan Bali, dan kini tengah bersiap untuk ekspansi ke pasar Hong Kong dan Malaysia.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, perencanaan produksi yang matang sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk. “Dengan memahami siklus pertumbuhan pisang Cavendish, kami dapat mengatur waktu tanam dan panen secara lebih efektif,” ujarnya. Hal ini juga memungkinkan petani untuk memaksimalkan hasil panen dan mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kebun pisang secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan produksi pisang Cavendish dapat terus meningkat dan memenuhi standar kualitas ekspor.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana ekspor ke Hong Kong dan Malaysia merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pasar internasional. “Kami optimis bahwa pisang Cavendish dari Lumajang dapat bersaing di pasar global karena kualitasnya yang unggul,” tambah Kepala Dinas Pertanian. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan pelaku usaha, Lumajang berkomitmen untuk menjadi salah satu produsen pisang Cavendish terkemuka di Indonesia.















