Headline.co.id, Jambi ~ Pemerintah Provinsi Jambi memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut mencatat angka di atas 100. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah. Keputusan ini diumumkan pada Senin, 31 Agustus 2026, oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Pendidikan Jambi, Muhammad Zaki, menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi melindungi kesehatan para siswa dan tenaga pengajar. “Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak dan guru. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk sementara waktu mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke PJJ,” ujar Zaki. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan dievaluasi setiap minggu, tergantung pada perkembangan kualitas udara.
Selain itu, Zaki menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung PJJ. “Kami telah memberikan panduan kepada sekolah-sekolah untuk memanfaatkan platform digital yang ada dan memastikan bahwa semua siswa dapat mengakses materi pembelajaran dari rumah,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Jambi terus memantau kondisi udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah. Pemerintah berharap dengan langkah-langkah ini, dampak buruk dari pencemaran udara dapat diminimalisir.


















