Headline.co.id, Sukoharjo ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan inovasi bernama Siprotex untuk membantu pengrajin batik di Sentra Batik Sutari, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi batik yang selama ini masih dilakukan secara manual. Dengan Siprotex, proses produksi yang biasanya memakan waktu hingga empat hari dapat dipersingkat menjadi tiga hari.
Siprotex, yang merupakan singkatan dari Sistem Integrasi Proses dan Roll Textile, mengintegrasikan tiga tahapan penting dalam produksi batik: pewarnaan, pelorotan malam, dan pemerasan kain. Alat ini dirancang oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Marshall Gibran Wisnujati, Halim Kusuma Putra, Amalisa Putri Defita, Tsabita Afidati, dan Rafif Hauzan, di bawah bimbingan Ir. Maun Budiyanto, S.T., M.T., IPU. Inovasi ini diharapkan dapat membuat proses produksi lebih praktis dan sistematis.
Marshall Gibran Wisnujati, Ketua Tim PKM-PI Siprotex, menjelaskan bahwa alat ini menggabungkan unit celup atau bak dengan roller dalam satu sistem. Unit celup digunakan untuk pewarnaan dan pelorotan malam, dilengkapi dengan sistem pemanas berbasis LPG. Sementara itu, roller berfungsi untuk mengurangi kadar cairan pada kain, sehingga proses pemerasan menjadi lebih optimal. “Dengan Siprotex, proses pewarnaan, pelorotan, dan pemerasan dapat dilakukan secara terintegrasi, sehingga lebih praktis dan sistematis,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain meningkatkan efisiensi waktu, Siprotex juga dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan bahan dan tenaga kerja. Cairan pewarna yang tertampung setelah proses pewarnaan dan pemerasan dapat digunakan kembali, mengurangi pemborosan bahan. Dengan alat ini, Sentra Batik Sutari diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperluas kemampuan dalam memenuhi permintaan pasar. “Kami berharap teknologi ini dapat membantu Sentra Batik Sutari meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas kemampuan dalam memenuhi permintaan pasar,” pungkas Marshall.



















