Headline.co.id, Manado ~ Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika selama bulan Agustus 2026. Dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Gedung Ditresnarkoba Polda Sulut pada Senin, 31 Agustus 2026, Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan bersama Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Yandri Makaminan memaparkan hasil operasi tersebut. Empat orang tersangka, terdiri dari tiga pria dan satu wanita, berhasil diamankan dalam operasi ini.
Dari tiga kasus yang terungkap, dua di antaranya terkait narkotika, sementara satu kasus lainnya melibatkan psikotropika. Kombes Pol Yandri Makaminan menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di beberapa lokasi berbeda. “Pengungkapan ini berkat hasil penyelidikan intensif anggota kami di lapangan serta adanya laporan dari masyarakat,” ujarnya. Tersangka wanita berinisial FS ditangkap pada 27 Agustus saat berusaha menyelundupkan psikotropika keluar Sulawesi Utara. Barang bukti yang disita meliputi 70 butir psikotropika, 521 butir obat keras, dan sejumlah uang tunai.
Kasus narkotika lainnya terjadi pada 23 Agustus 2026, ketika petugas mencegat seorang pelaku di Pelabuhan Manado yang membawa 1,6 gram sabu. Pelaku berencana mengedarkan sabu tersebut ke luar Provinsi Sulut. Selanjutnya, pada 25 Agustus, dua tersangka berinisial DM (50) dan RM (36) ditangkap di Minahasa Tenggara dengan barang bukti 63 gram sabu yang telah dibagi dalam 62 paket siap edar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain menangkap para tersangka, polisi juga menyita alat isap sabu, telepon genggam, dan uang tunai sebagai barang bukti pendukung. Kombes Pol Yandri Makaminan mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dari bahaya narkoba dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. “Perhatikan jika ada indikasi yang mencurigakan, misalnya anak muda yang bertahan di dalam kamar selama berhari-hari tanpa aktivitas jelas,” tambahnya, mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka.


















