Headline.co.id, Jakarta ~ Dalam upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polri mengedepankan langkah preventif dengan mengerahkan 198 peserta didik dari berbagai program pendidikan Polri. Mereka ditugaskan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di empat wilayah prioritas. Para peserta didik ini berasal dari SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK, yang secara khusus ditempatkan di Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.
Sebanyak 103 personel ditempatkan di Polda Kalimantan Barat, 48 personel di Polda Kalimantan Tengah, 10 personel di Polda Kalimantan Timur, dan 37 personel di Polda Sumatera Selatan. Mereka berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres, hingga Bhabinkamtibmas untuk mendatangi masyarakat secara langsung. Edukasi dilakukan melalui dialog dan pembinaan yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, menyatakan bahwa pengerahan peserta didik ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri untuk memperkuat pencegahan karhutla dari hulu. “Dari total 403 peserta didik, sebanyak 198 personel telah diberangkatkan ke lokasi prioritas. Mereka bertugas memberikan penyuluhan dan membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan karhutla dilakukan sejak dari hulu,” ujarnya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain edukasi, Polri juga melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi karhutla, serta penanganan dan pemadaman apabila ditemukan titik api. Penegakan hukum dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Trunoyudo menegaskan pentingnya pencegahan sejak awal dan mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan potensi atau kejadian karhutla. Melalui upaya ini, Polri berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin kuat dalam mencegah karhutla.
















