Highlight Berita Polisi Selidiki Identitas Pria yang Ditemukan Tewas di Ruang Roda Pesawat Tokyo-Kuala Lumpur:
Headline.co.id, Kuala Lumpur ~ Kepolisian Malaysia masih menyelidiki identitas dan penyebab kematian seorang pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk di ruang penyimpanan roda atau wheel well sebuah pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2), Malaysia, Kamis (27/8/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 06.55 waktu setempat setelah pesawat yang membawanya tiba dari Tokyo, Jepang, sekitar pukul 06.30. Temuan tersebut terungkap ketika petugas teknis hendak memeriksa bagian roda pesawat dan mencium bau tidak sedap dari kompartemen tersebut.
Kepala Kepolisian Distrik KLIA, Asisten Komisioner Ravi Munusamy, mengatakan polisi menerima laporan awal mengenai penemuan tersebut sekitar pukul 07.00 dari Pusat Kendali Operasi Bandara.
Tim forensik kepolisian kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kronologi Penemuan Jenazah di Ruang Roda Pesawat
Penemuan bermula setelah pesawat penerbangan internasional rute Tokyo-Kuala Lumpur mendarat di KLIA2 sekitar pukul 06.30 waktu setempat.
Sekitar 25 menit kemudian, petugas teknis mendatangi pesawat untuk membuka dan memeriksa kompartemen penyimpanan roda pendaratan.
Sebelum membuka ruang roda di bagian kanan pesawat, petugas mencium bau tidak sedap dari area tersebut. Ketika kompartemen diperiksa, mereka menemukan tubuh seorang pria dalam posisi tertelungkup.
Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Pusat Kendali Operasi Bandara dan diteruskan kepada Kepolisian Distrik KLIA.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pria tersebut diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 72 jam atau sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Korban Diperkirakan Berusia 17 hingga 25 Tahun
Polisi memperkirakan korban berusia antara 17 hingga 25 tahun. Hingga proses pemeriksaan awal dilakukan, tidak ditemukan dokumen identitas yang dapat digunakan untuk memastikan siapa pria tersebut.
Saat ditemukan, korban mengenakan hoodie putih dengan gambar naga pada bagian belakang dan tulisan “Oakley” di bagian depan. Ia juga mengenakan celana jins biru muda, sabuk kulit berwarna cokelat, kaus kaki, serta sepatu olahraga berwarna hitam.
“Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hoodie putih dengan gambar naga di bagian punggung dan tulisan ‘Oakley’ di bagian depan. Korban juga memakai celana jeans biru muda, ikat pinggang kulit berwarna cokelat, kaus kaki, serta sepatu olahraga hitam,” kata Ravi sebagaimana dilaporkan The Star.
Pemeriksaan awal juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit Serdang
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah dievakuasi dan dibawa ke Departemen Forensik Rumah Sakit Serdang untuk menjalani autopsi atau pemeriksaan post-mortem.
Autopsi diperlukan untuk membantu penyidik memastikan penyebab kematian korban. Sementara itu, proses identifikasi juga masih dilakukan mengingat polisi tidak menemukan dokumen identitas pada tubuh pria tersebut.
Dalam salah satu laporan yang menjadi bahan pemberitaan, korban diduga merupakan penumpang gelap atau stowaway yang berada di kompartemen roda pesawat. Namun, penyelidikan kepolisian masih berlangsung sehingga identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya belum dipastikan.
Polisi Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi
Kepolisian Malaysia meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan atau spekulasi mengenai kejadian tersebut selama proses penyelidikan masih berjalan.
“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai kejadian ini. Siapa pun yang memiliki informasi dapat menghubungi Markas Kepolisian Distrik KLIA di nomor 03-87768222,” kata Ravi.
Penyelidikan kini difokuskan untuk mengetahui identitas pria tersebut serta memastikan penyebab kematiannya berdasarkan hasil pemeriksaan forensik dan autopsi.




















