Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat membentuk kelompok kerja yang akan membahas pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan transfer teknologi. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua negara, termasuk pejabat tinggi dari kementerian terkait.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi dan inovasi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan AI yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Selain itu, transfer teknologi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri di kedua negara.
Kelompok kerja ini akan terdiri dari para ahli dan pejabat dari berbagai sektor, termasuk teknologi informasi, industri, dan pendidikan. Mereka akan bertugas untuk merumuskan strategi dan rencana aksi yang konkret dalam pengembangan AI dan transfer teknologi. Target waktu untuk pembentukan kelompok kerja ini adalah akhir tahun 2026, dengan harapan dapat segera memulai program-program yang telah direncanakan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam pernyataannya, salah satu pejabat dari Indonesia menyatakan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang baru bagi inovasi dan peningkatan daya saing di pasar global. Sementara itu, perwakilan dari RRT menambahkan bahwa kolaborasi ini juga akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kedua pihak sepakat untuk terus memantau perkembangan dan memastikan implementasi yang efektif dari program-program yang dihasilkan oleh kelompok kerja ini.


















