Headline.co.id, Ende ~ Jalur Trans Flores yang menghubungkan Ende dan Bajawa telah dibuka kembali setelah sempat ditutup akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut. Pembukaan jalur ini dilakukan pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah pihak berwenang memastikan kondisi jalan aman untuk dilalui. Gempa yang terjadi sebelumnya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas transportasi di kawasan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pembukaan jalan. Tim gabungan telah melakukan penilaian dan perbaikan di beberapa titik yang terdampak gempa. “Kami telah memastikan bahwa jalur ini aman untuk dilalui kendaraan,” ujar Kepala BPBD Ende, yang terlibat langsung dalam proses pemulihan.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyiapkan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan. BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan yang diperlukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan pembelajaran darurat bagi 52.268 murid yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah berharap dengan berbagai upaya ini, masyarakat dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti biasa.
















