Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan langkah-langkah pembelajaran darurat bagi 52.268 murid di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Langkah ini diambil menyusul kerusakan infrastruktur pendidikan akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Menurut data yang dirilis pada Senin, 17 Agustus 2026, bencana alam yang terjadi di NTT telah menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah sekolah, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan bahwa pendidikan tetap dapat berlangsung meskipun dalam situasi darurat. “Kami berupaya agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi bencana,” ujar seorang pejabat Kemendikdasmen.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemendikdasmen akan mendirikan tenda-tenda darurat sebagai ruang kelas sementara dan menyediakan modul pembelajaran yang dapat diakses secara offline. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memfasilitasi akses pendidikan bagi murid yang terdampak. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana di sektor pendidikan. Selain menyediakan fasilitas darurat, Kemendikdasmen juga berencana untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang rusak. Proses ini diharapkan dapat dimulai secepat mungkin setelah situasi memungkinkan, dengan target penyelesaian dalam waktu yang telah ditentukan.

















