Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Kementerian Agama (Kemenag) menginisiasi Donasi Tanggap Bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan donasi, tetapi juga menyiapkan skema penyaluran bantuan agar dapat memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan.
Donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7121241697 atas nama Tanggap Darurat Kemenag. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan QRIS yang tersedia di kanal publikasi Kementerian Agama untuk berdonasi.
Ismail Cawidu, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Hubungan Masyarakat, menekankan pentingnya pengelolaan bantuan yang baik. “Kepedulian masyarakat harus kita sambut dengan tata kelola bantuan yang baik. Bantuan akan disiapkan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan data yang telah diverifikasi, sehingga tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Ismail di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemenag memprioritaskan penanganan kebutuhan warga terdampak, termasuk keluarga besar Kemenag, serta dukungan terhadap rumah ibadah dan satuan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana. Prioritas ini akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Kemenag menyiapkan pendataan terpusat. Informasi dari kabupaten/kota dikumpulkan melalui Kantor Wilayah Kemenag sebelum dikompilasi di tingkat pusat. Mekanisme satu pintu ini diperlukan agar data tidak tumpang tindih dan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan.
Tim dari berbagai unit Kemenag juga disiapkan untuk melakukan verifikasi langsung. Pendataan mencakup lokasi terdampak, kondisi fasilitas, kebutuhan masyarakat, serta dokumentasi pendukung. Data terverifikasi ini menjadi pijakan dalam koordinasi penanganan, termasuk dengan kementerian/lembaga terkait.
Ismail menjelaskan bahwa kondisi di sejumlah wilayah masih dinamis, dengan tantangan akses transportasi dan komunikasi di beberapa titik. “Kita ingin bergerak cepat, tetapi juga harus tepat. Tim di daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk memetakan kebutuhan sehingga bantuan yang dibawa tidak sekadar sampai ke lokasi, tetapi memang menjawab kebutuhan masyarakat pada fase tanggap darurat ini,” jelasnya.
Pada tahap awal, kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama. Kemenag juga menyiapkan dukungan sarana darurat untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan di wilayah yang fasilitas pendidikannya belum dapat digunakan.
Kementerian Agama mengajak masyarakat untuk bergotong royong menguatkan warga terdampak. Donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7121241697 atas nama Tanggap Darurat Kemenag, atau melalui QRIS pada poster resmi Donasi Tanggap Kementerian Agama. Bantuan yang terkumpul akan menjadi bagian dari solidaritas bersama untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan memulihkan kehidupan pascabencana.















