Headline.co.id, Jakarta ~ Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berdampak signifikan pada layanan telekomunikasi di daerah tersebut. Tiga operator seluler utama mengalami gangguan layanan akibat kerusakan pada sekitar 200 Base Transceiver Station (BTS). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini tengah memantau proses pemulihan infrastruktur telekomunikasi yang terdampak.
Menurut laporan yang diterima, gempa yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 2026 ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi di beberapa lokasi. Komdigi telah berkoordinasi dengan operator seluler untuk mempercepat proses pemulihan layanan. “Kami terus memantau situasi dan berupaya memastikan layanan dapat segera kembali normal,” ujar juru bicara Komdigi.
Proses pemulihan ini melibatkan perbaikan fisik BTS yang rusak serta pengaturan ulang jaringan untuk memastikan stabilitas layanan. Operator seluler juga telah mengerahkan tim teknis ke lokasi-lokasi terdampak untuk mempercepat perbaikan. Selain itu, Komdigi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan listrik dan akses ke lokasi perbaikan tidak terhambat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Komdigi menargetkan pemulihan layanan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga masyarakat dapat kembali mengakses layanan komunikasi dengan lancar. “Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proses pemulihan ini dan berharap layanan dapat segera pulih sepenuhnya,” tambah juru bicara tersebut. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir dampak gempa terhadap aktivitas masyarakat di NTT.














