Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo mengintensifkan upaya peningkatan literasi informasi sebagai langkah strategis untuk mencegah penyebaran hoaks di masyarakat. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial yang sering kali menjadi sarana penyebaran informasi palsu. Inisiatif ini diumumkan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan efektivitas program.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, menekankan pentingnya literasi informasi dalam menghadapi tantangan era digital. “Literasi informasi adalah kunci untuk membekali masyarakat agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ujar Rifli. Ia menambahkan bahwa program ini akan mencakup pelatihan dan sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas lokal.
Program peningkatan literasi informasi ini juga akan melibatkan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang cara mengenali dan menangkal hoaks. Rifli Katili menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang modul pelatihan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov Gorontalo berencana untuk mengadakan seminar dan workshop secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. “Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat Gorontalo dapat menjadi lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkas Rifli.
















