Headline.co.id, Serdang Bedagai ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai mengadakan sosialisasi penting di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (5/8). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat di daerah yang rawan bencana tersebut.
Serdang Bedagai memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap berbagai bencana alam seperti banjir, banjir rob, abrasi, angin puting beliung, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Data dari Pemkab Serdang Bedagai menunjukkan bahwa banjir pada tahun 2024 telah mempengaruhi 3.810 Kepala Keluarga (10.813 jiwa), sementara angin puting beliung berdampak pada 73 Kepala Keluarga (263 jiwa). Banjir yang lebih parah terjadi pada tahun 2025 akibat luapan sungai dan tanggul yang jebol, dengan sungai-sungai besar di wilayah tersebut tidak pernah dinormalisasi selama puluhan tahun.
Ridaryanto Abimanyu, Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, menekankan pentingnya kesiapan logistik dan peralatan dalam operasi tanggap darurat. Ia menyatakan bahwa 70 persen keberhasilan penanganan bencana ditentukan oleh kesiapan logistik dan peralatan. Ridaryanto juga mengingatkan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.
Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Ashari Tambunan, menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan bencana. Ia menyatakan bahwa pencegahan lebih baik, murah, dan efektif dibandingkan penanggulangan dampak bencana. Ashari juga mendorong BNPB untuk membantu Pemkab Serdang Bedagai dalam memenuhi kebutuhan peralatan penanggulangan bencana yang memadai dan mengawal usulan strategis masyarakat, seperti normalisasi sungai dan penyediaan sarana evakuasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Suwanto Nasution, mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan Komisi VIII DPR RI. Ia berharap dukungan dalam bentuk penguatan sarana evakuasi dan logistik darurat seperti perahu karet, mesin tempel, pelampung, dan perlengkapan pengungsian dapat segera terwujud. Kegiatan ini juga diisi dengan paparan teknis dari BPBD Provinsi Sumatera Utara dan diskusi interaktif yang melibatkan tokoh masyarakat lokal. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Serdang Bedagai menghadapi bencana.

















