Headline.co.id, Dalam Upaya Menciptakan Ruang Digital Yang Aman Dan Sehat ~ pelajar di Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga berperan aktif sebagai pembentuk lingkungan digital. Hal ini disampaikan dalam siaran pers yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dunia maya. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menyoroti pentingnya pemerataan akses internet yang tidak lagi bergantung pada pembangunan Base Transceiver Station (BTS) semata.
Nezar Patria menjelaskan bahwa pemerataan internet harus didukung oleh infrastruktur yang lebih beragam dan inovatif. “Kita harus memikirkan cara-cara baru untuk memastikan semua orang mendapatkan akses internet yang layak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelajar memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menciptakan konten positif dan menangkal penyebaran informasi yang salah atau hoaks.
Dalam konteks ini, pelajar didorong untuk lebih kritis dan kreatif dalam menggunakan teknologi digital. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan membangun komunitas yang mendukung satu sama lain. “Pelajar harus menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama,” tambah Nezar.
Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana untuk mengadakan berbagai pelatihan dan workshop yang bertujuan meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar. Program ini diharapkan dapat membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam membentuk ruang digital yang aman dan inklusif. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan penggerak perubahan positif di dunia digital.


















