Headline.co.id, Bandung ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan pertemuan bilateral dengan ASEAN Secretariat (Asec) di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (31/7). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Indonesia sebagai Ketua ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) dalam mewujudkan kawasan ASEAN yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, dan delegasi Asec yang dipimpin oleh Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC), San Lwin. Dalam diskusi ini, BNPB menekankan pentingnya koordinasi lintas badan sektoral ASEAN untuk mengintegrasikan isu pengurangan risiko bencana dengan agenda prioritas kawasan lainnya, seperti pembangunan, perubahan iklim, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Sinergi lintas sektor ini menjadi landasan penting menjelang 14th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM). Pada pertemuan AMMDM mendatang, Indonesia akan fokus pada isu strategis seperti implementasi Program Kerja ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER), penguatan aksi antisipatif, dan pengembangan resiliensi berkelanjutan. Dr. Raditya Jati menegaskan bahwa kemitraan erat ACDM, ASEAN Secretariat, dan AHA Centre adalah kunci dalam menjaga momentum implementasi agenda penanggulangan bencana ASEAN.
Selain persiapan AMMDM, pertemuan ini juga membahas penyelesaian sembilan dokumen hasil yang akan disampaikan pada 49th ASEAN Summit. Sebagai Ketua ACDM, Indonesia berkomitmen mendorong negara anggota ASEAN untuk menyelesaikan proses internal agar dokumen tersebut dapat disahkan tepat waktu. Penyelesaian ini penting untuk memastikan implementasi program prioritas penanggulangan bencana ASEAN berjalan lancar. BNPB berharap komunikasi dan koordinasi dengan Asec terus diperkuat agar seluruh target masa keketuaan Indonesia dapat tercapai dengan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat ASEAN.















