Headline.co.id, Jakarta ~ Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng, seorang Guru Besar di Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Energi Nasional. Penghargaan ini diberikan dalam acara Energy Executive Award yang diselenggarakan oleh Majalah Listrik Indonesia pada 22 Juli di Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Energi DPR RI, menandai pengakuan atas kontribusi signifikan Deendarlianto dalam sektor energi dan ketenagalistrikan nasional.
Deendarlianto, yang akrab disapa Deen, adalah salah satu dari lima tokoh yang diakui atas kontribusi nyata mereka dalam pengembangan sektor energi di Indonesia. Ia menyatakan rasa syukur atas apresiasi yang diterimanya, yang mencerminkan dedikasi dan pengabdiannya dalam riset energi. Deen fokus pada riset aliran dua fasa (two-phase flow), yang mempelajari fenomena aliran fluida kompleks dalam sistem perpipaan dan permesinan. Ia juga aktif menjalin kolaborasi riset internasional dengan mitra dari Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, dan Korea Selatan, menghasilkan publikasi ilmiah dan hibah riset internasional.
Selain berperan sebagai peneliti, Deen pernah menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) dari 2013 hingga 2022. Selama masa jabatannya, ia mempelajari berbagai aspek energi dari sudut pandang multidisiplin, termasuk hukum, ekonomi, dan politik energi. Deen menekankan pentingnya riset multidisiplin dalam membahas isu-isu seperti kedaulatan energi dan kemiskinan energi. “Kami banyak melakukan riset-riset yang bersifat multidisiplin,” ujarnya pada 29 Juli.
Deen mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan bersama timnya di PSE UGM tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat. Penelitian mereka melahirkan usulan Undang-Undang, perencanaan sistem energi, dan inovasi infrastruktur energi di Indonesia. Tantangan utama dalam riset multidisiplin, menurut Deen, adalah menyatukan pandangan berbeda dari berbagai disiplin ilmu. Namun, ia menilai bahwa proses adaptasi dan saling menghargai antar peneliti adalah kunci untuk menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan kebijakan pemerintah.


















