Headline.co.id, Jogja ~ Tim Endurance dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelesaikan program pengabdian masyarakat melalui Bakti Champions Movement 2026. Program ini melibatkan sepuluh penerima Beasiswa Bakti BCA 2026 yang bertujuan untuk mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan kapasitas usaha serta menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Salah satu UMKM yang menjadi fokus pendampingan adalah usaha tahu milik Riyanto di Wirobrajan, Yogyakarta. Dalam waktu kurang dari dua bulan, tim berhasil memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organik cair dan mengoptimalkan sistem pencatatan keuangan serta media promosi usaha tersebut.
Usaha tahu milik Riyanto telah berdiri sejak 2018 dan merupakan usaha turun-temurun yang menghadapi berbagai tantangan, terutama selama pandemi COVID-19. Terbatasnya modal dan alat produksi konvensional menjadi kendala utama dalam mempertahankan usaha. Tim yang terdiri dari mahasiswa seperti Kevin Abigael Bakara dan Almayla Taorayudha, memulai program ini pada bulan Mei dan menyelesaikannya pada Juni 2026. Mereka melakukan observasi dan diskusi dengan mitra untuk menemukan peluang pengembangan usaha. “Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan dampak yang terukur kepada masyarakat, terutama UMKM,” ujar Kevin Abigael Bakara.
Salah satu peluang yang ditemukan adalah pemanfaatan limbah cair tahu sebagai produk bernilai jual. Tim memfasilitasi kolaborasi UMKM Tahu Pak Riyanto dengan Pusat Pengembangan Ternak Fakultas Peternakan UGM. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman untuk uji coba pemanfaatan limbah cair tahu menjadi molase untuk pakan ternak. Selain itu, tim mengadakan sosialisasi pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair (POC), dengan menghadirkan Viagian Pastawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Peternakan UGM, sebagai narasumber. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada pelaku UMKM dan masyarakat tentang alternatif pengelolaan limbah cair yang bermanfaat secara sirkuler.
Di samping itu, tim juga membantu dalam aspek branding dan pemasaran dengan mengembangkan media promosi dan memanfaatkan platform digital agar usaha lebih dikenal luas. Dalam aspek pengelolaan keuangan, tim membantu menyusun sistem pencatatan yang lebih sederhana dan efektif. Melalui pendampingan ini, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan, serta mampu memanfaatkan setiap potensi yang ada untuk menciptakan nilai tambah bagi usahanya.

















