Headline.co.id, Demak ~ Layanan Antar Jemput Pasien dan Ambulans Jenazah (LATANZA) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menempatkan penanganan pasien gawat darurat sebagai prioritas utama. Dengan waktu respons rata-rata hanya 10 hingga 15 menit, layanan ini bertujuan untuk memberikan penanganan cepat bagi pasien dalam kondisi kritis.
Agus Wahyudin, Petugas Medis Lapangan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, menjelaskan bahwa setiap permohonan layanan yang diterima akan diseleksi berdasarkan tingkat kedaruratannya. Pasien yang mengalami kondisi kritis, seperti korban kecelakaan lalu lintas, menjadi prioritas utama untuk segera mendapatkan penanganan. Pernyataan ini disampaikan Agus dalam Talkshow RSKW FM yang membahas tentang LATANZA pada Kamis, 30 Juli 2026.
Agus menambahkan bahwa meskipun jumlah petugas pada setiap shift terbatas, pelayanan tetap diupayakan berjalan optimal. Jika terjadi lonjakan permintaan, petugas di luar jadwal piket akan dihubungi untuk membantu, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani. Untuk mempercepat respons, PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga berkoordinasi dengan rumah sakit maupun puskesmas terdekat dari lokasi kejadian. Hal ini memungkinkan ambulans berangkat dari fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus selalu dari pusat layanan di Kota Demak.
Sejak diluncurkan pada tahun 2022, pemanfaatan LATANZA terus meningkat. Sebelum program ini hadir, permohonan layanan ambulans tercatat kurang dari 100 kali dalam setahun. Setelah LATANZA beroperasi, jumlah layanan naik menjadi sekitar 270 kasus pada tahun awal peluncuran dan kini mencapai lebih dari 350 layanan setiap tahun. Layanan tersebut meliputi penanganan kecelakaan lalu lintas, rujukan pasien, ambulans jenazah, serta layanan antar jemput pasien.
Sementara itu, Dwi Aprillia, Bidan Pelayanan Kegawatdaruratan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, menjelaskan bahwa keterlambatan pelayanan umumnya terjadi ketika beberapa permintaan masuk secara bersamaan, sementara ambulans masih menangani pasien lain. “Keterlambatan bisa terjadi jika ada beberapa permintaan bersamaan dan ambulans masih menangani pasien lain,” ujarnya. (Mc.Demak/Eyv)
















