Headline.co.id, Surabaya ~ Stefani Angelia, pendiri Doesoen Roti dan The Overtee, menekankan pentingnya storytelling dan personal branding dalam mengembangkan bisnis di era digital. Menurut Stefani, konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai yang melekat pada merek tersebut. Hal ini diungkapkannya dalam sebuah talkshow di Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Stefani berbagi kisah tentang perjalanan membangun The Overtee yang dimulai pada masa pandemi COVID-19. Sebagai seorang ibu dari tiga anak, ide bisnis ini muncul dari pengalaman pribadinya setelah melahirkan. “Saya ingin menciptakan produk yang nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Seiring dengan perkembangan bisnis, The Overtee kini tidak hanya menjual kaos. Stefani menekankan pentingnya inovasi dalam bisnis agar dapat bertahan dan berkembang. “Bisnis harus terus berinovasi,” ungkapnya.
Selain The Overtee, Stefani juga mengembangkan Doesoen Roti yang pada Agustus 2026 akan berusia dua tahun. Saat ini, Doesoen Roti telah memiliki 16 cabang yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Madura. Stefani menyebutkan bahwa salah satu kunci keberhasilan kedua bisnis tersebut adalah kemampuan membangun cerita di balik produk yang dipasarkan. “Cerita di balik produk sangat penting,” tuturnya.
Sebagai bagian dari strategi branding, Stefani menciptakan karakter fiktif bernama Bianca dan seekor lebah sebagai identitas merek. Meskipun karakter ini tidak nyata, cerita yang dibangun mampu menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen. “Kekuatan cerita dapat meningkatkan daya tarik produk,” jelasnya.
Stefani juga berbagi pengalamannya dalam membangun personal branding melalui media sosial. Awalnya, ia hanya membagikan kisah kesehariannya sebagai ibu tanpa tujuan menjadi kreator konten. “Saya tidak pernah berniat menjadi kreator konten,” kata dia. Namun, personal branding yang dibangun melalui media sosial ternyata mempermudah pengembangan bisnisnya. “Personal branding sangat membantu dalam bisnis,” ujarnya.





















