HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Minions & Monsters segera hadir sebagai film animasi keluarga terbaru dari Illumination dan Universal Pictures pada akhir Juni 2026. Film berdurasi sekitar 1 jam 29 menit itu membawa para Minions ke Hollywood era 1920-an ketika industri film bisu masih berkembang dan para pembuat film mulai bereksperimen dengan berbagai genre.
Minions & Monsters disutradarai Pierre Coffin dengan skenario yang ditulis bersama Brian Lynch. Film ini mengikuti petualangan sekelompok Minions baru yang berusaha mencari majikan jahat, tetapi justru terlibat dalam produksi film monster hingga tanpa sengaja melepaskan makhluk-makhluk berbahaya ke dunia.
Minions & Monsters dijadwalkan tayang pada periode akhir Juni hingga awal Juli 2026, dengan jadwal berbeda di sejumlah negara. Film tersebut akan dirilis di bioskop Prancis pada 24 Juni 2026, sementara materi penayangan lainnya mencantumkan tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2026 untuk wilayah berbeda.
Film panjang ini menjadi seri ketiga yang secara khusus berfokus pada para Minions sekaligus bagian ketujuh dari semesta Despicable Me. Kehadirannya menawarkan sudut cerita berbeda karena tidak menempatkan Kevin, Stuart, dan Bob sebagai tokoh utama.
Minions Mencoba Menaklukkan Hollywood
Cerita Minions & Monsters berpusat pada sekelompok Minions baru yang dipimpin James, Henry, dan Ed. Mereka melakukan perjalanan untuk mencari seorang penguasa jahat yang dapat dilayani, tetapi pencarian tersebut membawa mereka ke sebuah lokasi produksi film di Hollywood.
Kedatangan para Minions terjadi ketika perfilman bisu sedang menjadi pusat industri hiburan. Bahasa Minion yang sulit dimengerti justru tidak menjadi persoalan karena film-film pada masa itu lebih mengandalkan gestur, ekspresi, dan komedi situasi.
Kemampuan tersebut kemudian membuka jalan bagi para Minions untuk memperoleh popularitas. Mereka mulai dikenal sebagai bintang film, tinggal di rumah besar, mengadakan pesta mewah, serta menciptakan tren pakaian terusan dan kacamata yang menjadi ciri khas mereka.
Namun, keberhasilan tersebut tidak berlangsung lama. Perubahan industri film dari era bisu menuju film bersuara membuat posisi para Minions di Hollywood semakin terancam karena mereka hanya mampu berbicara menggunakan bahasa Minion.
Ketenaran mereka akhirnya meredup. Para Minions kehilangan pekerjaan dan kembali berkeliaran di jalanan Hollywood tanpa tujuan sambil mencari majikan jahat baru yang dapat mereka layani.
Universal Pictures menggambarkan film ini sebagai kisah tentang bagaimana para Minions “conquered Hollywood, became movie stars, lost everything” atau menaklukkan Hollywood, menjadi bintang film, lalu kehilangan segalanya.
Film Monster Berubah Menjadi Ancaman Dunia
Di tengah keterpurukan tersebut, James berusaha mempertahankan mimpinya untuk terus berkarya di layar lebar. Bersama Henry dan Ed, ia merencanakan pembuatan sebuah film horor yang dipenuhi berbagai monster berdasarkan gambar dan imajinasi mereka.
Para Minions kemudian memanfaatkan sebuah buku mantra milik mantan bos mereka untuk membantu proses produksi. Rencana yang awalnya dimaksudkan untuk menciptakan film monster luar biasa justru berubah menjadi kekacauan besar.
Mantra tersebut membuat monster-monster yang mereka ciptakan menjadi nyata. Makhluk-makhluk itu lepas dari kendali dan mulai mengancam Hollywood hingga keselamatan dunia.
Para Minions yang menjadi penyebab munculnya ancaman tersebut akhirnya harus bersatu. Mereka berusaha menghentikan para monster sekaligus menyelamatkan planet dari kekacauan yang mereka ciptakan sendiri.
Alur itu memadukan unsur komedi, petualangan, fantasi, dan film monster. Humor slapstick khas Minions tetap menjadi bagian utama, tetapi dibingkai dalam latar sejarah industri perfilman Amerika Serikat pada dekade 1920-an.
Film ini juga menghadirkan sejumlah karakter pendamping. Goomi muncul sebagai makhluk kecil yang berkaitan dengan dunia horor, sedangkan Olivia digambarkan sebagai pemandu museum yang memperkenalkan sebagian kisah kepada penonton.
Karakter lain adalah Max, seorang sutradara Hollywood yang harus menghadapi gangguan di lokasi produksinya setelah para Minions datang. Ada pula Dort serta sejumlah tokoh yang terlibat dalam kekacauan di lingkungan studio film.
Pengisi Suara Minions & Monsters
Pierre Coffin kembali menjadi pengisi suara para Minions. Coffin selama ini dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan waralaba Despicable Me dan Minions, baik sebagai sutradara maupun pengisi suara karakter-karakter kuning tersebut.
Film ini juga melibatkan sejumlah aktor ternama sebagai pengisi suara. Zoey Deutch mengisi suara Debbie, Allison Janney sebagai Olivia, Bobby Moynihan sebagai Phillip, dan Jesse Eisenberg sebagai Dort.
Jeff Bridges dipercaya mengisi suara karakter Frank atau Elwood. Christoph Waltz menjadi pengisi suara Max, sedangkan Phil LaMarr mengisi suara Howard dan Trey Parker membawakan karakter Goomi.
Produksi film dipimpin pendiri Illumination, Chris Meledandri, bersama Bill Ryan. Sementara itu, Pierre Coffin dan Brian Lynch menangani penulisan skenario.
Lynch sebelumnya telah terlibat dalam pengembangan film Minions dan Minions: The Rise of Gru. Kolaborasinya dengan Coffin mempertahankan karakteristik komedi waralaba tersebut sambil membawa cerita ke lingkungan baru.
Angkat Sejarah Film Bisu dan Monster Klasik
Minions & Monsters tidak hanya menawarkan petualangan baru, tetapi juga menggunakan sejarah sinema sebagai bagian penting dalam cerita. Hollywood tahun 1920-an, studio film awal, film bisu, perkembangan teknologi suara, dan kemunculan film monster menjadi latar utama.
Film tersebut turut menghadirkan referensi terhadap tokoh-tokoh komedi film bisu seperti Harold Lloyd, Buster Keaton, dan Charlie Chaplin. Pengaruh animasi Tex Avery serta imajinasi makhluk yang terinspirasi dari karya H.P. Lovecraft juga disebut menjadi bagian dari pendekatan visual film.
Perpaduan tersebut membuat Minions & Monsters tidak hanya ditujukan kepada anak-anak yang telah mengenal dunia Despicable Me. Orang dewasa yang menyukai sejarah perfilman, komedi bisu, dan monster klasik juga menjadi bagian dari sasaran penonton.
Trailer perdana film ini diperkenalkan saat jeda pertandingan Super Bowl 2026. Cuplikan tersebut menampilkan para Minions berada di studio-studio Hollywood sebelum berhadapan dengan berbagai monster yang muncul akibat tindakan mereka.
Sebelum diputar secara luas di bioskop, Minions & Monsters juga dijadwalkan menjadi film pembuka Annecy International Animation Film Festival 2026. Penayangan tersebut menjadi salah satu agenda penting menjelang perilisan film terbaru Illumination itu.
Dengan latar Hollywood klasik, karakter Minions baru, serta konflik yang melibatkan monster-monster lepas kendali, Minions & Monsters menawarkan petualangan berbeda dalam semesta Despicable Me. Film animasi ini disiapkan sebagai tontonan keluarga yang menggabungkan komedi khas Minions dengan penghormatan terhadap perjalanan sejarah perfilman.




















