Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mengantisipasi dampak kekeringan pada Musim Tanam III tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui pembangunan dan normalisasi embung, waduk, sungai, saluran pembuang (afvoer), serta perluasan jaringan irigasi di berbagai wilayah. Tujuan dari upaya ini adalah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, mengurangi potensi penyusutan debit air di jaringan irigasi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah selama musim kemarau.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menyatakan bahwa seluruh program disusun berdasarkan pemetaan wilayah yang membutuhkan intervensi infrastruktur secara tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kami berharap pembangunan ini dapat menjamin kelancaran distribusi air hingga ke lahan pertanian selama musim kemarau,” ujar Retno di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (16/7/2026).
Untuk memperkuat cadangan air, Dinas PU SDA telah menyelesaikan normalisasi Embung Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Pojok di Kecamatan Purwosari. Selain itu, pembangunan embung baru juga berlangsung di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, dan Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, disertai normalisasi Embung Sumbergede di kecamatan yang sama. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno, Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang di Kecamatan Tambakrejo.
Di sektor pengendalian aliran air, Dinas PU SDA melakukan normalisasi sungai di Desa Gondang dan Desa Senganten, Kecamatan Gondang, serta Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu. Pekerjaan juga mencakup normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, serta saluran afvoer di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari.
Selain meningkatkan kapasitas tampungan air, pemerintah daerah memperluas jaringan irigasi baru di sejumlah kecamatan, lain Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, Gondang, Sekar, Sumberrejo, Balen, Dander, Trucuk, Kalitidu, Kanor, Kedungadem, dan Baureno. Rehabilitasi saluran irigasi juga dilakukan di Kecamatan Dander, Padangan, Trucuk, Tambakrejo, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho guna mengurangi kehilangan air akibat kerusakan saluran maupun sedimentasi.
Retno berharap rangkaian pembangunan embung, waduk, normalisasi sungai, serta penguatan jaringan irigasi tersebut mampu menjamin kelancaran distribusi air hingga ke lahan pertanian selama musim kemarau. Menurutnya, infrastruktur sumber daya air yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Bojonegoro.



















