Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengumumkan pelaksanaan dua program nasional, Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit, untuk menghadapi tantangan polarisasi digital dan krisis kesehatan mental di kalangan generasi muda Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan bahwa program ini bertujuan membangun kepemimpinan dan karakter pemuda di tengah ancaman disinformasi dan konflik horizontal yang marak di ruang digital.
Menurut Erick Thohir, polarisasi digital telah membuat banyak anak muda rentan terhadap disinformasi, yang berpotensi memicu konflik horizontal. “Polarisasi di ruang digital membuat banyak anak muda rentan terpapar disinformasi hingga terlibat dalam konflik horizontal,” ujar Menpora dalam siaran resminya yang diterima pada Selasa (14/7/2026).
Selain itu, Erick juga menyoroti meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan pemuda. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 84–85 persen pasien di klinik psikologi di kawasan perkotaan berasal dari kelompok usia muda. Ia menambahkan bahwa melemahnya ketangguhan ideologi di kalangan generasi muda berpotensi meningkatkan kekerasan dan kriminalitas.
Program Kepemudaan Terpadu
Sebagai langkah konkret, Kemenpora akan menggelar Indonesia Youth Summit, sebuah forum yang mempertemukan pemuda dengan kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan kepemudaan secara terpadu. Sedikitnya tujuh kementerian yang memiliki program terkait kepemudaan akan dilibatkan dalam forum tersebut.
Wirasena Youth Camp: Pembinaan Kepemimpinan
Selain itu, Kemenpora juga menyiapkan Wirasena Youth Camp, program pembinaan kepemimpinan yang akan diikuti perwakilan pemuda dari 38 provinsi. Program ini dirancang dengan kurikulum yang disusun oleh para pakar, berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai kegiatan, termasuk debat, pidato, dan pertukaran pengalaman dengan sejumlah negara.
Kedua program ini dijadwalkan berlangsung mulai Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Dengan adanya program ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat lebih tangguh menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi positif bagi bangsa.














