Headline.co.id, Selatpanjang ~ Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, secara resmi melepas 450 mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Acara pelepasan ini berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kepulauan Meranti pada Senin (13/7/2026) dan dihadiri oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Para mahasiswa akan ditempatkan di lima kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, yaitu Tebing Tinggi Timur, Rangsang, Rangsang Pesisir, Merbau, dan Pulau Merbau. Selama 40 hari, mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan desa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Wira Sugiarto, menyatakan bahwa program KKN Bina Desa Berkelanjutan ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Melalui KKN ini, kami memohon izin untuk mengabdi dan belajar di tengah masyarakat selama 40 hari. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga sikap, serta menjadi teladan di tengah masyarakat desa,” ujar Wira.
Bupati H. Asmar mengapresiasi komitmen IAIN Datuk Laksamana Bengkalis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah. Menurutnya, KKN bukan hanya sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepedulian sosial dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat desa. “Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata. Bangun komunikasi yang baik, bersikap santun, mampu beradaptasi, dan hormati budaya lokal yang ada di Kepulauan Meranti,” tegas Asmar.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjalankan program-program yang memberikan dampak positif, khususnya di bidang keagamaan, literasi digital, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi desa. Selain itu, Asmar mengingatkan seluruh peserta KKN agar senantiasa menjaga etika, disiplin, dan keselamatan selama menjalankan pengabdian sehingga dapat menjaga nama baik almamater.
Bupati juga meminta para camat, kepala desa, serta dosen pembimbing lapangan untuk memberikan pendampingan optimal dan memastikan kebutuhan mahasiswa selama menjalankan KKN dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha guna mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Semoga kegiatan ini dapat membentuk mahasiswa yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” harapnya.
Pelepasan mahasiswa KKN ditandai dengan penyematan atribut secara simbolis, dilanjutkan dengan bersalaman mahasiswa dan Bupati beserta jajaran pemerintah daerah, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di desa-desa wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.




















