Headline.co.id, Batang ~ Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang mengungkap kisah inspiratif dari Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing. Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan Supiyah, seorang nenek berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari, yang masih aktif menjahit pakaian meski pendengarannya mulai berkurang. Temuan ini menjadi salah satu potret menarik dalam sensus yang kali ini mencakup pendataan lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Kepala BPS Batang, Heni Djumadi, menjelaskan bahwa SE26 merupakan sensus dengan konsep paket lengkap. “Sensus ini tidak hanya memotret aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menghimpun data sosial dan demografi yang dibutuhkan pemerintah,” ujarnya. Sensus ini mencakup pendataan sektor pertanian dan karakteristik keluarga, berbeda dengan sensus sebelumnya yang lebih fokus pada pelaku usaha.
Pendataan Komprehensif
Pendataan di rumah tangga tidak hanya mencatat keberadaan usaha, tetapi juga memotret karakteristik keluarga, termasuk jumlah anggota keluarga dan kondisi tempat tinggal. “Petugas sensus juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi fisik rumah, seperti jenis lantai dan dinding bangunan,” jelas Heni. Data demografi, termasuk usia penduduk hingga kelompok lanjut usia, juga dicatat, dengan temuan Mbah Supiyah sebagai salah satu contohnya.
Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan
BPS juga mendata kondisi pendidikan masyarakat, termasuk anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau putus sekolah. “Aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pendataan,” tambah Heni. Informasi mengenai penyandang disabilitas dan warga lanjut usia yang mengalami penyakit katastropik dicatat untuk menyusun program pembangunan di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Gambaran Utuh untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Di kawasan pasar, pendataan fokus pada karakteristik usaha, sementara di rumah tangga lebih menitikberatkan pada karakteristik keluarga. “Melalui data yang dihimpun secara komprehensif ini, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Heni. Data ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang semakin tepat sasaran di Kabupaten Batang.




















