Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, mempresentasikan model transformasi digital Indonesia yang menekankan keamanan dan etika dalam Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) World Summit on the Information Society (WSIS) 2026. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, dan dihadiri oleh para pemimpin serta pemangku kepentingan digital dari berbagai negara. Meutya menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam transformasi digital, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya mempercepat pembangunan tetapi juga melindungi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Meutya Hafid menjelaskan bahwa pilar Terhubung bertujuan untuk memperluas akses digital di seluruh Indonesia. Pemerintah telah meluncurkan Satelit SATRIA-1 yang menghubungkan lebih dari 31.000 fasilitas layanan publik dan memperluas layanan broadband dengan spektrum frekuensi untuk jaringan 5G di lebih dari 17.000 pulau. “Konektivitas yang merata adalah fondasi utama bagi transformasi digital yang inklusif,” ujar Meutya.
Pilar Terjaga: Perlindungan Anak di Ruang Digital
Meutya menekankan bahwa konektivitas harus diimbangi dengan perlindungan, terutama bagi anak-anak. Pilar Terjaga memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berpusat pada keselamatan manusia. Pemerintah telah memberlakukan regulasi yang mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) berisiko tinggi untuk menerapkan pembatasan usia secara ketat. Akibatnya, lebih dari 5 juta akun anak telah ditutup atau dinonaktifkan untuk memastikan ruang digital yang lebih aman.
Pilar Tumbuh: Mendorong Ekonomi Digital Berkelanjutan
Pilar Tumbuh memanfaatkan bonus demografi Indonesia untuk membangun ekonomi digital yang berkelanjutan. Dengan 68 persen penduduk berada pada usia produktif, Indonesia masuk dalam 10 besar dunia untuk minat terhadap AI generatif. Pemerintah juga tengah menyelesaikan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola AI untuk memastikan perkembangan AI berlangsung secara etis dan bertanggung jawab. “Kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi pertumbuhan ekonomi digital,” tegas Meutya.
Melalui pendekatan ini, Indonesia berharap dapat menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan terpercaya, serta mendorong platform digital untuk lebih transparan dan akuntabel. Model transformasi digital ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam mengembangkan teknologi yang berorientasi pada kepentingan publik.




















